Terpuruk di MotoGP 2017, Vinales Tak Mau Salahkan Tim

Editor: KRjogja/Gus

LESMO (KRjogja.com) – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales, membeberkan alasan timnya gagal bersaing dengan para pembalap terdepan di MotoGP 2017. Maklum saja, Vinales gagal melanjutkan tren positifnya di MotoGP 2017 setelah mengamankan dua kemenangan di seri awal yakni di Qatar dan Argentina.

Penampilan Vinales semakin merosot setelah paruh kedua MotoGP 2017. Bahkan, Vinales selalu gagal berdiri di podium tertinggi. Sempat menduduki pole position di San Marino dan Aragon, Vinales hanya finis di urutan empat.

Meski demikian, Vinales tak lantas menyalahkan anggota tim sepenuhnya. Menurutnya, kegagalannya menjadi jawara musim ini disebabkan penampilan impresif dari para rider kepunyaan Honda dan Ducati.

“Saat Yamaha melaju, kami berdua berada di depan. Bila ada yang kuat, yang lain juga akan kuat. Saya tidak ingin memarahi tim dan saya hanya ingin memberikan penampilan 100%. Tidak ada yang berubah sejak hari pertama. Jika tahun ini berjalan seperti ini, saya akan mengatakan (kegagalan ini) adalah karena penampilan rider dari dua tim (Honda dan Ducati) dan sisanya disebabkan oleh saya dan juga tim,” ujar Vinales, mengutip dari Tuttomotoriweb.

Hingga berakhirnya kompetisi balapan, pembalap yang kerap disapa Top Gun ini hanya finis di urutan ketiga klasemen akhir pembalap dengan koleksi 230 angka. Raihan poin tersebut berjarak 31 angka dari pembalap Tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso, yang mendapatkan predikat sebagai runner-up.

Sementara rekan satu tim Vinales, Valentino Rossi, tak memiliki torehan yang lebih baik. Rossi hanya finis di urutan kelima dengan koleksi 208 angka. Namun, raihan tersebut didapatkan Rossi setelah sempat absen balapan di San Marino karena mendapatkan perawatan akibat kecelakaan motocross yang mengharuskannya naik meja operasi.

Dengan kiprah Rossi di musim ini yang terbilang cukup sulit, Vinales juga memberikan komentarnya. Menurutnya Rossi dan juga dirinya telah menjalankan perannya di tim dengan sangat baik.

“Saya pikir memiliki Rossi sebagai rekan satu tim akan lebih rumit. Kami melakukan semuanya dengan baik, kami saling menghormati satu sama lain dan ini mengingat situasi sulit yang kami hadapi itu sangat berarti,” tukas pembalap berusia 22 tahun itu. (*)

 

BERITA REKOMENDASI