10 Pemain PSS Berhasil Tahan Imbang Madura United, Begini Kata Putu Gede

Editor: Ivan Aditya

BALI, KRJOGJA.com – Sebanyak 10 pemain PSS mampu menahan imbang Madura United dalam laga lanjutan BRI Liga 1, Selasa (18/01/2022). Super Elja menunjukkan permainan spartan dan berhasil menyudahi laga dengan skor 1-1 meski harus bermain dengan 10 orang sejak menit 25.

PSS melakukan beberapa rotasi di pertandingan melawan Madura kali ini, seperti mendahulukan Kanu Helmiansyah, Ramdani Lestaluhu, Syaiful Ramadhan dan Bagus Prasetyo. Perjudian yang sepertinya cukup berani dilakukan I Putu Gede mengingat lawan yang dihadapi adalah tim matang, Madura United.

Momen tidak menyenangkan untuk PSS muncul di menit 25, saat kiper mereka, Bagus Prasetyo harus mandi lebih cepat karena dihadiahi kartu merah oleh wasit Faulur Rosi. Bagus melanggar Renan Silva di luar kotak 16 dan diganjar hukuman berat karena berduel satu lawan satu dengan Renan, menjadi orang terakhir di barisan pertahanan PSS.

I Putu Gede terpaksa merelakan Kanu Helmiansyah ditarik keluar, untuk memberikan tempat bagi Mizwar Saputra di bawah mistar. Praktis, PSS kekurangan orang di tengah dan sebaliknya Madura lebih leluasa memainkan bola.

Menit 41, gawang PSS harus bobol setelah Bayu Gatra menciptakan gol apik hasil kerjasama satu dua dengan Beto Gonzalvez. Bayu yang beberapa waktu lalu juga sempat dikaitkan dengan PSS justru menjadi aktor antagonis, mencetak gol pertama di pertandingan tersebut.

Di paruh kedua, Putu Gede melakukan perubahan strategi dengan mengganti dua flank Ramdani Lestaluhu – Irkham Milla dan memasukkan Misbakus Solikin – Riki Dwi. Pergantian tersebut menjadi kredit tersendiri karena PSS mampu mengubah situasi pertandingan.

Riki Dwi Saputra tanpa disangka mampu merepotkan pertahanan Madura United. Ia bahkan mampu mencetak gol penyama kedudukan menit 55 lewat sebuah sundulan kepala cantik ke sudut gawang M Ridwan.

Usai gol, PSS tampak tidak seperti bermain dengan 10 pemain karena mereka mampu mengimbangi Madura United. Pertahanan yang digalang Aaron Evans dan Asyraq Gufron pun rapat menghalau penyerang-penyerang berbahaya Madura.

Sape kerab memasukkan Silvio Escobar, Ronaldo Kwateh, David Laly yang membuat mereka menyerang total mengincar poin. Namun, penampilan tenang dan spartan skuad PSS membuat hasil akhir pertandingan yang diprediksi mudah untuk Madura menjadi berubah. PSS mampu menahan imbang Madura United 1-1 dengan hanya 10 pemain di lapangan sejak menit 25.

Usai laga, pelatih PSS, I Putu Gede mengakui situasi pertandingan berada di luar dugaan karena lawan berubah skema permainan termasuk saat penjaga gawangnya mendapat kartu merah. Putu Gede mengatakan perjuangan pemain begitu luar biasa karena seluruh skuad menunjukkan kemauan luar biasa di atas lapangan hijau.

“Kalaupun kami kalah tadi, tapi saya tetap apresiasi seluruh pemain karena berjuang luar biasa. Mereka bekerja keras meski kita sudah kalah orang dari awal pertandingan,” ungkapnya.

Putu Gede juga mengakui sengaja memasukkan dua gelandang baru di pertengahan babak yakni Riki dan Misba untuk memenuhi lini tengah. PSS pun sengaja mengeksplore ruang di belakang bek kiri Madura, Rendika Rama dan berhasil menjadi satu gol penyama kedudukan.

“Kami ingin mencoba eksplore ruang di belakang Rendika Rama, dan Riki berhasil memanfaatkan itu. Kami harus mencoba setelah adanya kartu merah, harus ada perubahan yang dilakukan,” sambung Putu.

Sementara pelatih Madura United, Fabio Lafundez mengakui pemainnya sudah berusaha keras untuk memenangkan pertandingan dengan keunggulan jumlah pemain sejak awal laga. Namun, mereka belum mampu memanfaatkan situasi untuk menang dan terpaksa mengakhiri pertandingan dengan skor sama kuat 1-1.

“Kami punya beberapa pemain baru, belum 15 hari bergabung dan kami sedang dalam proses adaptasi untuk memanaskan mesin untuk maju ke depan. Proses ini saya terima baik kritik baik atau buruk dan saya meminta maaf kepada suporter Madura United karena belum bisa memberikan kemenangan hari ini,” ungkap Fabio.

Penyerang Madura, Beto Goncalvez mengamini timnya terlalu terburu-buru menyelesaikan pertandingan setelah unggul pemain dan menang 1-0 di babak pertama. Namun ternyata, PSS tetap fight sampai akhir dan membuat pertandingan berubah untuk mereka.

“Kami terlalu buru-buru untuk mencari gol kedua, dan ini membuat kami tidak tenang. PSS bisa mencetak gol, itu yang membuat kami semakin frustrasi. Kami kerja keras sampai akhir, tapi inilah sepakbola kami belum bisa menang hari ini,” tandas Beto. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI