Ada wanita Cantik di balik Bisnis PSIM, Siapa Dia?

SEPAK BOLA profesional kini merupakan sebuah olahraga yang kompleks melibatkan berbagai pihak. Karenannya, dalam mengelola sebuah klub profesional, banyak orang bekerja di balik layar untuk memastikan roda tetap berjalan.

Musim 2019 ini, PSIM klub kebanggaan warga masyarakat Yogyakarta memulai pengelolaan secara lebih profesional. Banyak tenaga profesional mengelola klub untuk mengurus sisi teknis maupun non teknis Laskar Mataram.

Bambang Susanto kita ketahui menjadi pimpinan tertinggi PSIM sebagai CEO. Sementara Aji Santoso menjadi pelatih mengurus segala macam sisi teknis dibantu manajer tim David Hutahuruk. Namun kali ini, KRjogja.com tak ingin membahas sisi teknis Laskar Mataram melainkan sosok Yuliana Tasno atau akrab disapa Lina Tasno yang menduduki posisi Comercial Deputy Director PSIM.

Dia bertugas menangani sisi komersial Laskar Mataram untuk memastikan roda bisnis yang menghidupi tim. Liana sendiri bukan sosok baru di sepakbola Indonesia lantaran beberapa waktu lalu ia merupakan Manajer Brand dan Komunikasi Timnas Indonesia. Liana sukses mengubah wajah timnas Indonesia menjadi lebih berdaya jual dari segi ekonomi yang dampaknya organisasi terhidupi dengan baik termasuk kesejahteraan pemain yang membela panji merah putih.

Yogyakarta menurut Liana memiliki potensi besar untuk mengangkat sporttainment melalui PSIM. Pendukung yang militan ditambah iklim pariwisata kuat Yogyakarta menjadi peluang menarik yang akan diupayakan untuk dimaksimalkan.

“Dari segi pariwisata, Yogyakarta ini merupakan rujukan para wisatawan. Sebagai gambaran, saya tiap kali pesan tiket ke Jogja selalu penuh, tentu karena orang melihat Yogyakarta opsi kedua setelah Bali. PSIM ingin menjadikan Stadion Mandala Krida ini sebagai tempat sports entertaiment di Yogyakarta. Kita mau buka cafe, mega store. Saat ini kita sudah buka store sementara tapi kita mau sprint, mau lari cepat, apa yang bisa dikerjakan harus segera dikerjakan,” ungkapnya ketika berbincang dengan wartawan.

Liana yang masih bolak-balik Jakarta-Jogja-Singapura untuk melakukan tugasnya mengaku sangat bersemangat mewujudkan impian PSIM. Ia pun mengaku kerasan dengan suasana Yogyakarta yang disebutnya begitu bersahabat dan ramah.

Liana sendiri bukan sosok baru di sepakbola Indonesia lantaran beberapa waktu lalu ia merupakan Manajer Brand dan Komunikasi Timnas Indonesia. Liana sukses mengubah wajah timnas Indonesia menjadi lebih berdaya jual dari segi ekonomi yang dampaknya organisasi terhidupi dengan baik termasuk kesejahteraan pemain yang membela panji merah putih.

“Jogja luar biasa menurut saya, saya sering diajak swafoto bareng teman-teman PSIM, dan ketika diajak berswafoto pun saya merasa senang saja. Saya merasa attitude masyarakat Yogyakarta ini berbeda, mereka ramah dan sopan, jadi ketika saya diajak foto pun senang,” imbuh Liana yang mengaku followers instagramnya bertambah 10 ribu sejak berada di PSIM.

Liana sendiri selalu tampil cantik dan modis di setiap kesempatan. Ia mengaku gemar berolahraga serta menjaga pola makan untuk mempertahankan tubuh cantik dan bugarnya. (Fxh)
 

BERITA REKOMENDASI