Ahmad Gunarto, Saksi Hidup PSIM ‘Gagal’ Promosi hingga Kenangan Disuntik di Lapangan

Tak berhenti di situ, Gunarto juga menjadi saksi hidup bagaimana PSIM digagalkan promosi ke Divisi Utama. Saat itu PSIM kalah 0-1 di partai final di Stadion Diponegoro, dan saat itu PSIM bersama Persiba Balikpapan dinyatakan lolos ke Divisi Utama.

“Tapi, karena di Divisi Utama, Persija terancam degradasi, maka regulasi kompetisi diubah, jadi ada babak playoff. PSIM, Persiba, Persija dan Persema Malang harus bertanding di Cirebon. Ya akhirnya yang di Divisi Utama Persija dan Persiba. PSIM yang sedianya sudah dinyatakan lolos, batal karena regulasi tiba-tiba berubah,” kenangnya tersenyum.

Kenangan Gunarto bersama PSIM diakuinya begitu banyak. Namun, ia coba mengingat saat-saat paling membekas di lubuk hati, salah satunya ketika PSIM melawan PSSI Junior di Final Piala KR tahun 1986.

“Saat itu PSIM juara Piala KR, menang 2-1 dari PSSI Junior di Mandala Krida. Yang paling membuat saya ingat, penonton membludak sampai pinggir lapangan. Kami semua jadi bersemangat dan bermain luar biasa. Saya tidak cetak gol tapi pertandingan itu teringat terus di benak saya sampai sekarang,” tandas pria kelahiran Yogyakarta 14 Mei 1964 ini.

BERITA REKOMENDASI