Ahmad Gunarto, Saksi Hidup PSIM ‘Gagal’ Promosi hingga Kenangan Disuntik di Lapangan

Ingatan Gunarto lalu melayang ke tahun 1985 saat pertandingan melawan Persika Karawang di Stadion Kridosono. Saat itu PSIM menang 2-0 yang salah satu golnya dicetak Melius Mau.

“Saat itu saya harus disuntik mati rasa oleh almarhum dokter Nunung di bagian paha karena diterjang pemain lawan. Itu saya melewati lawan dari sayap kiri tiba-tiba di trap pakai pul sepatu sampai memar. Saya disuntik di lapangan waktu itu, ya main lagi. Ini bekasnya masih ada sampai sekarang,” kenangnya terkekeh.

Menjadi pemain PSIM pada saat itu menurut Gunarto merupakan sebuah capaian luar biasa. PSIM saat itu merupakan pucuk mimpi anak-anak muda pecinta sepakbola di DIY dan sekitarnya.

“Kebanggaan tersendiri, luar biasa saat bisa masuk PSIM itu. Makannya sampai sekarang tidak akan pernah terlupakan,” lanjut dia.

Karier Gunarto di PSIM berakhir tahun 1986 saat ia memilih berpindah ke PSIS setelah mendapat tawaran Sartono Anwar. Dari situ ia mendapat pekerjaan di Bank BPD Jawa Tengah dan mengakhiri karier profesional di Kompetisi Galatama BPD Jateng.

Saat ini, Gunarto banyak menghabiskan waktu di kediamannya yang ada di Salatiga. Sesekali ia bergabung main bola untuk bernostalgia dengan PSIM dan PSIS Legend di Yogyakarta dan Semarang. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI