Aji Santoso Ceritakan Kisah Bahagia ‘Saddil Ramdani’

YOGYA, KRJOGJA.com – Publik sepakbola Kota Yogyakarta tampaknya mulai menata asa melihat kedatangan pelatih baru PSIM, Aji Santoso yang resmi diperkenalkan Senin (15/7/2019) sore. Aji membawa optimisme dengan filosofi sepakbola yang disampaikan saat bertemu wartawan untuk pertama kali setelah resmi menjadi pelatih PSIM. 

Pelatih berlisensi AFC Pro ini mengungkap filosofi yang diusung adalah asosiatif yakni memadukan possesion ball yang memiliki kecenderungan menyerang. Secara tegas, Aji menyatakan ia tak hanya ingin menang secara skor saja namun juga menciptakan sepakbola indah untuk ditonton. 

BACA JUGA :

Aji Santoso Resmi Pelatih PSIM

Aji Santoso Nongol di SSA, Bakal Gantikan Vlado di PSIM?

“Saya akan lebih puas jika pertandingan sepak bola menyuguhkan permainan indah. Saya usung filosofi asosiatif, lebih banyak mendominasi possesion bola. Menang tidak hanya asal menang saja,” ungkap pelatih asal Malang tersebut. 

Secara khusus, Aji juga menyampaikan komitmen pada pengembangan potensi pemain muda. Ia bahkan menceritakan kisah bahagia Saddil Ramdani yang dahulu dikembangkan saat berada di Asifa dan Persela Lamongan. 

“Mungkin orang bilang saya pelatih yang mencetak pemain-pemain muda, mungkin seperti Saddil (Ramdani) dulu belum punya pengalaman tapi tetap saya berikan kesempatan bermain dan dia bisa membuktikan hingga sekarang main di luar negeri. Kalau memang di sini ada pemain muda berpotensi, tentu akan saya berikan kesempatan, terutama anak-anak muda di Yogyakarta,” sambung pelatih 49 tahun tersebut. 

Aji sendiri sempat menyampaikan terimakasih pada Vladimir Vujovic yang dinilai meninggalkan basic cukup baik bagi tim PSIM. “Jujur coach Vlado meninggalkan sesuatu yang bagus dengan adanya pemain senior. Saya akan mencoba lebih menyempurnakan saja,” pungkas Aji. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI