Ancelotti Bakalan Tolak Latih Arsenal

Editor: KRjogja/Gus

LONDON, KRJOGJA.com – Matthew Upson memberikan komentar soal rumor mantan klubnya, Arsenal, membidik nama Carlo Ancelotti sebagai calon pelatih mereka. Upson pesimis Ancelotti bakal menerima tawaran untuk membesut Arsenal saat ini.

Sebagaimana diketahui, manajemen Arsenal memang tengah disibukkan dengan mencari sosok pelatih baru yang tepat untuk klubnya. Hal tersebut terjadi lantaran beberapa waktu lalu manajemen Arsenal akhirnya memutuskan untuk pisah jalan dengan Unai Emery.

Pada saat ini, Arsenal sendiri sementara dipimpin oleh Freddie Ljungberg. Namun peforma Arsenal di bawah arahan Ljungberg belum sepenuhnya membuat manajemen merasa puas. Terlebih di laga teranyar, Arsenal nyaris kalah dari Standard Liege sebelum akhirnya menutup laga dengan skor 2-2.

Sejumlah nama beken pun masuk dalam radar incaran Arsenal macam Massimiliano Allegri, Patrick Vieira, Mikel Arterta, Brendan Rodgers, Marcelino, dan terbaru adalah Ancelotti. Khusus untuk Ancelotti, peluang Arsenal untuk merekrutnya terbilang sangat besar.

Terlebih Ancelotti sendiri saat ini memang tengah menganggur usai dipecat oleh Napoli beberapa waktu lalu. Meski begitu, Upson memiliki keyakinan bahwa rumor Ancelotti bakal membesut Arsenal tidak bakal pernah terwujud.

Pasalnya, Upson berpandangan bahwa Ancelotti selalu memperhatikan setiap detil klub yang bakal dibesutnya. Salah satu hal yang sangat diperhatikan oleh Ancelotti soal situasi ruang ganti. Ancelotti sangat enggan menerima tawaran pekerjaan dari sebuah tim yang tengah bermasalah.

“Saya rasa itu (Ancelotti ke Arsenal) tidak akan terjadi. Anda bisa melihat klub-klub yang ia tangani, mulai Juventus, AC Milan, Chelsea, Real Madrid dan beberapa klub besar lainnya,” jelas Upson, seperti disadur dari Talksport, Jumat (13/12/2019).

“Anda bisa melihat klub-klub yang ia tangani, mulai Juventus, AC Milan, Chelsea, Real Madrid dan beberapa klub besar lainny. Jika Anda melihat sejarahnya, ia tidak pernah datang ke klub yang tengah mengalami krisis yang parah,” sambungnya.

“Ia mengambil alih klub yang mengalami rezim yang positif dan juga sehat. Jika ia menangani Arsenal, ia akan menghadapi situasi yang sangat berbeda dari yang biasa ia alami ketika datang ke sebuah klub,” tuntas pria berusia 40 tahun tersebut.

 

 

BERITA REKOMENDASI