Aruna Brama Siwi, Pemilik Tendangan Cannonball Mematikan Loloskan Mataram Utama ke Liga 2

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Nama Aruna Brama Siwi (20) gelandang Mataram Utama mulai diperbincangkan pecinta sepakbola DIY. Betapa tidak, Aruna menghenyakkan dengan gol-gol luar biasa yang datang dari sepakan keras ‘cannonball’ kaki kanan sepanjang gelaran Liga 3.

Aruna adalah pemuda asli Balecatur Gamping Sleman, lahir pada 28 November 2001. Ia memulai sepakbola dari lapangan Balecatur SSB Orsena, KKK lalu bergeser ke AMS Seyegan.

Karier sepakbolanya lantas berlanjut ke selatan DIY, tepatnya di Persiba Bantul, lalu kemudian ia kembali ke utara bersama Elite Pro Academy (EPA) PSS Sleman U-20. Tahun 2021, perjalanan Aruna lantas berlanjut ke Mataram Utama, dan bermain di Liga 3.

Aruna berposisi sebagai gelandang, ia bahu membahu bersama Angga Setyawan dan Harry Kusuma Silaban di lini tengah Mataram Utama. Tak jarang Aruna memecah kebuntuan lewat gol dari sepakan bebas keras, seperti yang dilakukannya di laga penentuan seperti final Liga 3 DIY melawan Sleman United, melawan Persak di babak 32 besar dan di partai penting 16 besar melawan Persidago.

Saat itu di Stadion Joko Samudro Gresik, skor imbang 1-1 dan Mataram Utama mendapatkan tendangan bebas dengan jarak sekitar 20 meter dari gawang. Aruna maju sebagai algojo dan berhasil melepaskan sepakan keras melewati pagar betis dan tak mampu dihalau kiper Persidago.

Gol tersebut menjadi titik balik bagi Mataram Utama yang memang butuh kemenangan untuk lolos menjadi delapan terbaik dan mengunci satu tiket Liga 2 musim depan. Mereka akhirnya menang dengan skor meyakinkan 4-1 dan bahkan melaju ke semifinal.

“Rasanya sangat senang secara pribadi karena bisa membawa Mataram Utama lolos ke Liga 2, mencetak gol di pertandingan penentuan juga, pengalaman yang luar biasa. Kami masih harus berjuang ini untuk berusaha menjadi juara Liga 3,” ungkap Aruna ketika berbincang dengan KRjogja.com, Rabu (23/03/2022).

Mundur ke belakang, keputusan bergabungnya Aruna ke Mataram Utama ternyata terjadi begitu saja. Ia mendapat tawaran dari asisten pelatih Johan Arga, yang menghubungi secara personal karena sebelumnya sudah saling mengenal cukup dekat.

“Saya tahu pelatihnya Coach Erwan dan memang saya yakin dengan beliau. Akhirnya Coach Johan (Arga) menghubungi, saya mau lalu bergabung ke Mataram Utama dan alhamdulillah bisa mendapatkan pengalaman yang luar biasa,” sambung mahasiswa PKO UNY ini.

Kepada KRjogja.com, Aruna juga menceritakan bagaimana ia bisa memiliki senjata tendangan keras cannonball kaki kanan. Menurut Aruna, ia melatih tendangan keras sejak usia 10 tahun bersama sang ayah yang juga pelatih masa kecilnya di Lapangan Balecatur Gamping.

“Saya kebanyakan berlatih dengan bapak, dilatih langsung ya tendang bola, sampai hafal bagaimana cara dan posisi yang paling bagus. Itu terus saya lakukan, nambah-nambah latihan sendiri begitu. Memang saya latihan biar bisa tendang keras dan terarah,” lanjut dia.

Aruna saat ini tengah berupaya membawa Mataram Utama menuntaskan perjuangan di Liga 3, menjadi juara. Ke depan, ia berkeinginan bermain di kompetisi Liga 1, dan mengembangkan karier profesional di sepakbola sesuai impian masa kecilnya.

“Kalau cita-cita saya, bisa bermain di Liga 1. Saat ini berusaha sekuat tenaga mewujudkannya. Semoga bisa tercapai, saya bisa main di level tertinggi, semoga juga bisa sampai timnas. Tapi paling dekat, harapannya bisa maksimal bersama Mataram Utama,” pungkas pemilik nomor punggung 8 di Mataram Utama ini. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI