Berkebaya, Kaum Ibu Beradu Lincah di Lapangan Hijau

GELAK tawa penonton dan pemain mewarnai turnamen futsal antarkampung (tarkam) di lapangan Desa/Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Minggu (14/08/2016). Pemain dari kalangan ibu rumah tangga begitu kocak saat beradu lincah dalam balutan kebaya dan kain sarung.

Dengan kostum semacam itu, tentu saja tidak mudah mengoper dan mengumpankan bola ke rekan tim. Apalagi para ibu rumah tangga tidak terbiasa beradu gesit selayaknya kaum pria di lapangan hijau. Namun mereka rela ‘habis-habisan’ demi mengusung gengsi kampungnya.

Masing-masing tim dari Dusun Guntur, Melikan, Tlobo dan Tanggak telah menyiapkan lima sampai enam orang pemain inti dan cadangan. Guna membedakan pemain antartim, mereka memakai kebaya bewarna merah, hijau, kuning dan biru. Sedangkan kain sarungnya tinggal meminjam dari suami.

Tak jarang terjadi pelanggaran aturan main sehingga wasit berulangkali membunyikan peluit, seperti offside dan out. Tawa riuh kembali pecah ketika pemainnya terjungkal karena kaki terlilit kain sarung. Pun saat sejumlah pemain tiba-tiba berjoget begitu lagu dangdut diputar. Meski kecapaian, mereka tetap menuntaskan pertandingan hingga adu penalti mengakhiri dengan skor 1:0.

“Gerah dan panas. Main bola dengan mengenakan kebaya repot sekali. Tapi senang akhirnya menang,” katanya disambut suara riuh para ibu rumah tangga lainnya.

Ketua Penyelenggara Ekshibisi Futsal Desa Ngargoyoso, Ismanto alias Bagong, mengatakan turnamen tarkam dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekaan RI tersebut kali pertama digelar di tingkat desa. Pada tahun lalu, penyelenggara dari tingkat kecamatan. Sedangkan konsep pemain dari kalangan ibu rumah tangga berkebaya tetap dipertahankan karena cukup menghibur. (M-8)

 

BERITA REKOMENDASI