BPJ Menang dan Kalah di Bali

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim basket Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja membukukan hasil yang berbeda di seri III kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) musim 2018-2019 yang digelar di GOR Merpati, Denpasar, Bali.

Pada laga  Jumat (14/12/2018) Bima Perkasa Jogja sukses menundukkan Pacific Caesar (Jatim) 76-69. Sedangkan dalam laga kedua di Bali, Sabtu (15/12/208) BPJ  yang diarsiteki Raoul  Miguel Hadinoto tersebut dikalahkan Stapac  Jakarta  dengan skor 62-81. Jadi dalam seri III di Bali, Bima Perkasa Jogja menorehkan hasil sekali  menang dan sekali kalah .

Dengan demikian, dari tujuh kali main sejak dari seri I (Semarang), seri II (Jakarta) dan seri III (Bali),  Bima Perkasa Jogja baru membukukan tiga kali menang dan empat kalah. Tiga kali kemenangan diraih Bima Perkasa Jogja  atas Bogor Siliwangi, Satya Wacana Salatiga (SWS) dan Pacific Caecar (Surabaya). Sedangkan empat kali kalah dialami Bima Perkasa Jogja dari Prawira Bandung, NSH Jakarta, Hangtuah Sumsel  dan Stapac Jakarta.

Bima Perkasa Jogja akan melakoni seri IV IBL musim 2018-2019 di Solo Jumat-Sabtu, 11-12 Januari 2019 mendatang. Masing-masing menghadapi dua tim basket tangguh asal Jakarta yaitu  Satria Muda Pertamina (SMP) dan melawan  Pelita Jaya.

"Kami bermain solid pada kuarter empat. Ini salah satu kunci kemenangan kami atas BPJ. Kami bermain dengan mengandalkan kerja sama tim yang padu, sehingga kami bisa mengendalikan permainan," ujar  pelatih Stapac, Giedrius Zibenas.

Sementara itu  guard Stapac, Abraham Damar Grahita mengiyakan komentar  pelatihnya itu. Bagi  Abraham yang  mencetak 15 angka terutama di kuarter keempat menjadi senjata utama untuk meraih kemenangan timnya. Di pertandingan itu sendiri, pemain Stapac yang berposisi sebagai big man, Savon Goodman berhasil tampil gemilang dengan mencetak double-double dengan rincian 16 angka dan 10 rebound.

Sedangkan  Guard BPJ Leshaun Murphy  dalam laga melawan Stapac  mencetak 19 angka dan Yanuar Dwi Priasmoro (posisi small poward) menyumbang  10 angka. "Konsistensi masih menjadi kelemahan kami. Sempat ada momentum saat mengejar hingga hanya tertinggal satu angka, tapi anak- anak tak tampil konsisten. Defense kami tak bisa stop lawan, begitu pula saat ofense kurang cerdik dalam membagi bola, selalu terburu- buru,” ungkap  pelatih Bima Perkasa Jogja, Raoul Miguel Hadinoto, ditanya tentang kekalahan timnya dari Stapac.(Rar)

BERITA REKOMENDASI