Bungkam PSG Pati, PSIM Buka Lebar Peluang Lolos 8 Besar 

Editor: Agus Sigit

SOLO, KRJOGJA.com – PSIM membuka lebar peluang lolos delapan besar setelah menang dari PSG Pati, Rabu (24/11/2021) malam. Sebiji gol Sugeng Efendi memastikan kemenangan Laskar Mataram 1-0 atas PSG.

Kini PSIM menempel Persis Solo dengan torehan 16 poin, peluang lolos terbuka. PSIM akan melakoni laga terakhir kontra Persijap Jepara, mereka bersaing dengan PSCS yang ada di peringkat tiga dengan 13 poin saat ini.

Apabila PSCS kalah melawan Persis dan PSIM menang atau draw melawan Persijap, maka PSIM dipastikan lolos bersama Persis (poin 19 atau 17 PSIM dan 21 Persis). Namun jika sebaliknya, Persis kalah kontra PSCS dan PSIM kalah dari Persijap maka tim Laskar Nusakambangan yang menemani Persis lolos ke delapan besar karena unggul head to head atas PSIM (PSCS 16 poin PSIM juga 16 poin). Persis sendiri saat ini sudah mengantongi 18 poin.

Langkah PSIM akan semakin mudah memang apabila Persis memenangkan laga kontra PSCS. Poin Persis menjadi 21 sementara PSCS tertahan di poin 13. Hasil akhir PSIM kontra Persijap tidak akan berpengaruh karena poin 16 PSIM tidak bisa dikejar PSCS dan Persijap.

Di babak pertama, PSIM dan PSG Pati terlibat saling jual beli serangan. Pati yang harus menang banyak mengambil inisiatif menyerang begitu pula PSIM merespon positif karena ingin menjaga asa lolos delapan besar.

PSG sempat mencipta peluang berbahaya melalui sepakan Yogi Rahadian dan sundulan Zulham Zamrun. Namun sayang, sundulan Zulham hanya menerpa mistar gawang Imam Arief Fadillah.

Di babak kedua, PSG tak punya pilihan selain menyerang total PSIM untuk mengamankan posisi dari degradasi. PSIM bermain cerdas, bermain lebih ke dalam, memperkuat lini pertahanan dengan sesekali melakukan serangan balik.

Terbukti, umpan manis satu dua Sugeng Efendi dan Alberta Rockyawan menit 81 berbuah gol manis untuk PSIM. Gol indah hasil kerjasama apik dua penyerang PSIM mengubah situasi pertandingan.

Betapa tidak, Zulham Zamrun mendapat kartu kuning kedua menit 83 dan harus meninggalkan lapangan. Skema PSG pun bubrah, harus mengejar gol dan kekurangan satu pemain di lapangan yang akhirnya harus disesali dengan sebuah kekalahan tipis.

PSG sebenarnya bermain cukup baik di sepanjang pertandingan. Hanya saja tampaknya mereka kurang beruntung dalam penyelesaian akhir. Kini mereka harus berjuang di laga terakhir, wajib menang dari HW untuk menentukan siapa yang terdegradasi ke Liga 3.

Usai pertandingan, pelatih PSG, Joko Susilo mengakui timnya banyak melakukan serangan dan menghasilkan peluang. Ia merasa kecewa dengan hasil yang didapatkan dan bertanggungjawab penuh kepada tim.

“Kami membuat banyak serangan dan banyak peluang. Kami tidak kalah secara permainan namun secara skor tetap kalah. Kami kecewa dengan hasil ini namun kami tetap ucapkan selamat pada PSIM,” ungkapnya.

Ichsan Kurniawan, pemain PSG mengungkap kini tim berfokus pada satu laga tersisa melawan HW yang disebut sebagai final. “Kami akan mati-matian di pertandingan final melawan HW nanti,” tegas Ichsan.

Sementara pelatih PSIM, Seto Nurdiyantoro mengungkap hasil kemenangan merupakan kerja keras dari seluruh pemain. Laskar Mataram diakui baru bisa lepas di babak kedua setelah banyak tertekan di paruh pertama.

Kak Seto menilai, langkah mereka masih panjang di Liga 2 tahun ini. Ia pun secara khusus meminta doa dari keluarga dan suporter untuk terus menemani langkah PSIM di sepanjang sisa liga.

“Kemenangan ini saya tujukan buat keluarga pemain, orangtua, istri, anak. Terimakasih atas doanya. Mohon doanya lagi, iringi perjalanan kami. Kemenangan ini juga buat suporter, tetap doakan kami dan dukung kami,” tegas Kak Seto. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI