Cerita PSS Sleman 1996, Promosi Divisi I dengan ‘Local Pride’

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Beberapa hari belakangan, publik sepakbola Sleman diganggu dengan isu eksodus pemain di setengah musim Liga 1 2021. Beberapa nama disebutkan hengkang, menyusul situasi tidak kondusif paska perubahan status kepemilikan saham PT PSS.
Praktis, kini PSS banyak menyisakan nama-nama lama, ditambah beberapa skuad lokal Sleman. Banyak Sleman Fans yang tak mempersoalkan hal itu, karena mereka percaya anak-anak lokal bisa berbicara banyak apabila mendapat kesempatan dan dilatih oleh pelatih yang mempercayai bakat mereka.
Situasi ini menarik, meski jaman sudah berbeda dan tak bisa lagi menjadi tolok ukur. Namun, KRjogja.com akan mengajak publik sepakbola Sleman kembali ke tahun 1996, saat PSS Sleman untuk pertama kali mendapatkan tiket promosi dari Divisi 2 ke Divisi 1 Liga Indonesia.
Modal PSS saat itu, pemain-pemain lokal hasil binaan kompetisi internal di Sleman. Tidak mentereng, namun kekompakan dan semangat para pemain mampu menaklukkan rintangan hingga akhirnya meraih tiket promosi untuk kali pertama ke Divisi 1.
Wahyudianto ‘Bajang’ salah satu legenda hidup menceritakan momen tahun 1996 itu. Ia berkisah, skuad PSS dihuni anak-anak muda dari hasil kompetisi internal Sleman yang punya semangat di tengah keterbatasan.
“Tahun itu semua pemain dari kompetisi internal Sleman. Kami dikumpulkan, diseleksi dan dilatih oleh Drs Sudjono dan asisten pelatih M Yunus,” urai Wahyudianto yang juga memiliki lari sangat kencang di masa bermain dulu.

BERITA REKOMENDASI