Cerita PSS Sleman 1996, Promosi Divisi I dengan ‘Local Pride’

Editor: Agus Sigit

Menurut Wahyudianto, saat itu pemain PSS bisa dikatakan ‘sambatan’ membela Super Elja. Namun begitu, rasa memiliki dan semangat mengalahkan halangan keprihatinan saat itu.
“Boleh dibilang prihatin, tidak ada uangnya, tapi kami semua semangat ingin memberikan yang terbaik. Kompak, bareng-bareng mau ngangkat PSS saat itu,” imbuh pria yang juga legenda hidup PSIM dan Persiba Bantul ini.
Nama-nama pemain saat itu muncul seperti Iksan Mustahid, Agus Sulaiman, M Muslih, Suprapto, Wahyudianto hingga Aan Balot. Merekalah yang menjadi saksi hidup, bagaimana perjuangan PSS Sleman, dari tim yang bukan apa-apa hingga berangsur naik dan bahkan promosi ke kasta tertinggi pada tahun 2000-2001.
PSS mulai bermain di Stadion Tridadi kala itu, lolos zona DIY saat melawan Persiba, Persig dan Persikup Kulonprogo. Lalu PSS menjadi tuan rumah grup zona Jawa melawan Persewangi, Persikaba Blora, Perses Sumedang dan lolos nasional sebagai runnerup. Setelah itu, PSS playoff melawan Persiss Sorong, Aceh Putra dan Persipal Palu dan lolos ke Divisi I. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI