Dekat dengan Eks Bos Bogor FC, Investor PSIM Berpeluang ‘Boyongan’ ke Yogya

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Investor baru PSIM, pengusaha pasar modal Bambang Susanto tak menampik kemungkinan memboyong skuad Laskar Kujang Bogor FC ke Mandala Krida musim 2019 ini. Pasalnya, Bambang ternyata sangat dekat dengan eks CEO Bogor FC Effendi Syahputra yang diketahui bersama menjadi sosok sentral dibalik belanja pemain besar-besaran Bogor di bursa transfer Liga 2 ini. 

Secara pribadi, Bambang mengatakan kedekatan dengan Effendi sudah cukup lama terjalin. Bahkan, Bambang menyebut Effendi merupakan ensiklopedi sepakbola karena mengerti dan paham seluk beluk tim termasuk para pemain dengan detail. 

“Saya dekat dengan Effendi, kalau ke Yogya ini saya suka ajak dia, saya minta ajarin karena dia itu saya anggap ensiklopedi bola. Surprise juga kemarin dia mundur dari Bogor FC, tapi saya mau obrolin (minta ke PSIM) tapi tunggu dia tenang, kira-kira begitu,” ungkap Bambang. 

Terkait kemungkinan memboyong skuad Laskar Kujang yang memang telah terbentuk dan siap tampil, Bambang tak menampik adanya kemungkinan tersebut. “Kenapa tidak, kalau kita lihat mereka (Bogor FC) siap luar biasa, mereka canangkan ke Liga 1 tapi terbentur masalah (keributan suporter) dan bingung. Ya saya bilang kita bisa menjalin kerjasama dan kalau ada peluang bisa kita ambillah,” tandas dia. 

Seperti diketahui, Bogor FC sendiri mulai mempersiapkan diri sejak dua bulan terakhir. Tim tersebut memiliki pemain komplit mulai pemain terbaik Liga 2 2018, Ichsan Pratama, Ahmad Hisyam Tolle, Agung Pribadi hingga El Loco Gonzales dan eks kapten PSIM musim lalu Hendika Arga Permana. 

Bambang sendiri sempat mengungkap kedekatan dengan para pemilik Bali United dan Bogor FC seperti Glen Sugita dan Pieter Tanuri. Ia menyebut kedekatan itu lebih daripada hubungan kerja saja namun bahkan seperti teman bermain yang kemudian membuat Bambang ingin berkiblat pada tim kebanggan Semeton Dewata tersebut. 

“Pak Tan saya teman, dengan Pak Pieter sata juga teman jadi yang dekat saja begitu. Saya kepinginnya PSIM ini bisa seperti Bali United yang maju mengembangkan Sportainment yakni sepakbola yang juga hiburan bagi semua orang,” pungkasnya. 

Untuk musim perdana saja, investor baru PSIM ini menyiapkan dana hingga Rp 20 miliar untuk memenuhi target lolos ke Liga 1 musim depan. Tak heran kemudian bila PSIM disebut sebagai klub kaya baru di Liga Indonesia setelah cukup lama dikenal sebagai tim ‘gali lubang tutup lubang’. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI