Derby DIY Ricuh, 7 Penonton Harus Dievakuasi Tim Kesehatan

BANTUL, KRJOGJA.com – Kompetisi lanjutan Liga 2 antara PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman berlangsung panas sejak awal laga. Bahkan dari tribun penonton, kerusuhan-kerusuhan kecil sudah mewarnai jalannya pertandingan sebelum pluit dimulainya permainan dibunyikan oleh wasit.

Berdasarkan pantauan KRjogja.com, dalam 10 menit pertama sudah terdapat tiga orang penonton dari tribun timur yang harus dievakuasi oleh tim kesehatan. Mereka mengalami sesak nafas setelah sebelumnya terlibat adu pukul dengan sesama pendukung laskar mataram.

Tim kesehatan pertandingan dr Tri Wijaya mengungkapkan, hingga pertandingan selesai terdapat tujuh penonton yang dievakuasi tim kesehatan. Tiga orang diantaranya ditangani di ruang medis Stadion Sultan Agung, satu orang dibawa ke Puskesmas Pleret  dan tiga lainnya harus dilarikan ke Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul.

"Di Puskesmas Pleret itu satu sikunya luka sobek dan yang dibawa ke Rumah Sakit Nur Hidayah itu dua pingsan dan satu lagi penonton yang terkena sabetan benda tajam," ujar dr Tri Wijaya kepada KRjogja.com, Kamis (26/07/2018) usai pertandingan.

Dokter Tri menambahkan, penonton yang terkena benda tajam itu berasal dari tribun terbuka sisi utara. Korban mendapatkan sabetan di bagian kaki sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Nur Hidayah. Menurutnya, luka akibat benda sajam itu disebabkan oleh pisau kater yang dibawa oleh penonton lainnya.

"Satu yang terkena benda sajam, lainnya benda tumpul akibat aksi saling keroyok antar suporter," imbuhnya.

Meski pertandingan yang mempertemukan saudara tua dan saudara mudanya ini tidak dihadiri suporter PSS Sleman. Dari ketujuh penonton yang dievakuasi, terdapat satu orang yang merupakan warga Sleman. Korban mendapatkan perawatan di ruang medis stadion setelah sebelumnya mendapatkan pukulan dari beberapa suporter tuan rumah.

"Ada satu orang Sleman kami rawat di sini (ruang medis stadion). Kondisinya tidak parah, kami rawat di sini dan kami perbolehkan pulang. Kalau lainnya itu sesama pendukung PSIM," tuturnya. (MG-10)

BERITA TERKAIT

Bawa Pedang di Jalanan, Empat Pelajar Diamankan

26 Februari 2020, 10:29:58 WIB

KKN UMY Kembangkan Olahan Singkong di Dusun Soka

26 Februari 2020, 10:21:18 WIB

Talud Sungai di Yogya Perlu Dipetakan Ulang

26 Februari 2020, 09:26:08 WIB

Malioboro Naik Kelas

26 Februari 2020, 09:15:40 WIB