Dicalonkan Jadi Ketum PSSI, Kurniawan Pasrah

JAKARTA (KRjogja.com) – Dicalonkan menjadi Ketua Umum PSSI, mantan pemain tim nasional (timnas) Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto mengaku tak keberatan. Ia mengatakan, kesiapannya untuk menjadi orang nomor satu di tubuh PSSI bukan untuk kepentingan pribadi atau pun golongan, tapi untuk perubahan sepakbola tanah air.

Nama Kurniawan diusung oleh Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menjadi salah satu kandidat Ketum PSSI. Alasannya, APPI menilai federasi sudah saatnya dipimpin oleh pemain yang tahu betul tentang sepakbola.

“Selagi itu amanah dan tanpa kepentingan pribadi atau golongan dan benar-benar niatnya bersih untuk sepakbola pasti saya bersedia, walaupun sebenarnya saya tidak gila jabatan,” kata Kurniawan, seperti dikutip dari Harian Jogja.

Persaingan Kurniawan untuk menjadi Ketum PSSI dipastikan menemui jalan terjal. Soalnya, para kandidat lainnya dipastikan sudah lebih dulu mengamankan kekuatan dari 107 pemilik suara.

Apalagi, calon Ketum PSSI lainnya juga mempunyai nama yang tak kalah besar, meski bukan dari dunia sepakbola. Sejauh ini, ada Letjen Edy Rahmayadi, Erwin Aksa, dan Moeldoko. Bahkan, belakangan ini muncul nama yang tak kalah asing bagi sepakbola Indonesia, yakni Joko Driyono.

Kurniawan sendiri tak mau muluk-muluk. Dia hanya menginginkan, PSSI suatu saat bisa dipimpin oleh pelaku sepakbola yang tahu bagaimana kondisi di lapangan.

“Kalau saya sih santai saja, saya tidak gila jabatan. Tapi memang saya menginginkan adanya mantan pemain sepakbola yang ikut berpartisipasi di pencalonan Ketum PSSI. Siapapun orangnya dan berharap suatu saat nanti PSSI bisa dipimpin oleh pelaku sepakbola di lapangan, tidak tahu berapa tahun ke depan,” ujar dia.

Sebagai informasi, terakhir kali PSSI dipimpin oleh mantan pemain adalah ketika di era tahun 60-an ketika PSSI dipimpin oleh mantan penjaga gawang timnas Indonesia, Maulwi Saelan. (*)

BERITA REKOMENDASI