Dihentikan Man United, Kutukan PSG Berlanjut?

PARIS, KRJOGJA.com – Paris Saint-Germain (PSG) gagal lolos ke perempatfinal Liga Champions 2018-2019 setelah kalah 1-3 dari Manchester United. Sebenarnya, agregat akhir PSG dan Man United sama kuat yakni 3-3. Akan tetapi, Man United yang berhak melaju ke perempatfinal karena unggul agresivitas gol tandang atas Les Parisiens –julukan PSG.

Tersingkir di babak 16 besar melanjutkan kutukan yang melanda tim asal Paris tersebut. Semenjak saham PSG diambil alih taipan asal Qatar yakni Nasser Al-Khelaifi pada 2011, tim yang bermarkas di Stade Parc des Princes itu selalu dijagokan menjadi kampiun Liga Champions.

Sebab, Nasser tidak segan mengeluarkan banyak uang untuk mendaratkan pemain bintang. Sebut saja Neymar Jr, Kylian Mbappe, Edinson Cavani dan banyak lagi. Akan tetapi, hasil yang didapat tidak sebanding dengan uang yang dikeluarkan.

Sebab, prestasi terbaik PSG di Liga Champions semenjak dipegang Nasser hanyalah lolos ke perempatfinal. Hal itu dicapai PSG pada musim 2012-2013, 2013-2014 dan 2015-2016. Bahkan pada tiga musim terakhir, langkah PSG selalu terhenti di 16 besar!

Bisa dibilang, kerap kali PSG tersingkir dari Liga Champions karena dilanda nasib apes. Ambil contoh pada 2012-2013 dan 2013-2014, yang mana PSG tersingkir karena kalah agresivitas gol tandang, persis seperti musim ini.

Pada 2012-2013, mereka disingkirkan Barcelona (3-3), semusim kemudian giliran Chelsea yang melakukannya (3-3). Bahkan pada 2016-2017, nasib lebih tragis dialami PSG. Pada leg I 16 besar, mereka menang 4-0 atas Barcelona sehingga satu kaki PSG sudah tiba di perempatfinal. Sayangnya, Edinson Cavani dan kawan-kawan kalah 1-6 di leg II sehingga gagal lolos ke perempatfinal setelah kalah agregat 5-6 dari Barcelona. (*)

 

 

PSG

BERITA REKOMENDASI