Dikurangi 9 Poin, PSIM Pasrah Tanggung ‘Dosa Lama’

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Sambaran petir di siang bolong menyambar tim Laskar Mataram PSIM Yogyakarta. Betapa tidak, di saat hendak bermain melawan Madura FC, Kamis (26/4/2018), surat resmi dari PSSI yang meneruskan keputusan FIFA tiba ke tangan manajemen dengan isi pengurangan 9 poin di kompetisi Liga 2 2018. 

Sontak saja hal tersebut mengagetkan banyak pihak termasuk pecinta PSIM yang merasa kecewa. Beberapa waktu terakhir, manajemen sudah berupaya menghindari sanksi tersebut dengan mencari sponsor membayar tunggakan hutang gaji pada trio Belanda (Emile Linkers, Lorenzo Rimkus dan Cristian Adelmund) tahun 2011-2012 lalu. 

Sekretaris PSIM Jarot Kastawa ketika ditemui KRjogja.com di Wisma Soeratin membenarkan surat keputusan FIFA yang diteruskan oleh PSSI. “Kami sudah menerima surat tersebut dan mau tidak mau, suka tidak suka harus menerima. Ini dosa manajemen lama yang saat itu bekerjasama dengan PT Nirwana Persada Indonesia (NPI) dan harus ditanggung manajemen sekarang,” ungkap Jarot. 

PSIM menurut Jarot sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya agar sanksi pengurangan 9 poin tak jadi diterapkan mulai dari mencari sponsor menanggung hutang yang nilainya hampir Rp 1 miliar hingga melobi PSSI untuk menyampaikan pada FIFA kondisi yang dialami. “Kami sudah komitmen dan siap membayar denda Rupiahnya namun ternyata sanksi pengurangan poin FIFA tetap melekat karena kami melebihi tenggat waktu pembayaran, ya kami harus menerima,” sambungnya. 

PSIM sendiri sempat menyampaikan kekecewaan pada Adelmund dan Linkers yang sebenarnya setelah kompetisi 2012 sudah diberikan surat keluar dari klub, yang artinya tak lagi memiliki ikatan kontrak. Seusai di PSIM, Adelmund bermain di tim Liga 1 Madura United sementara Linkers mencicipi seragam biru PSIS Semarang. 

“Ini yang kami kecewa karena mereka berdua sudah menerima surat keluar yang artinya tidak ada lagi ikatan kontrak antara si pemain dengan PSIM. Tapi kenapa kemudian dipermasalahkan lagi, kami kecewa tapi ya inilah yang terjadi dan harus ditanggung,” pungkas Jarot. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI