Dirugikan VAR, Presiden Roma Marah Besar

ROMA, KRJOGJA.com – Presiden AS Roma, James Palotta, mengaku mulai muak dengan ajang Liga Champions. Perkataan itu keluar lantaran ia kesal dengan keputusan wasit yang memberatkan timnya, hingga akhirnya kalah dan tersingkir dari ajang Liga Champions 2018-2019 usai ditaklukkan FC Porto 1-3 (agregat 3-4) di leg II babak 16 besar, pada Kamis 7 Maret 2019 dini hari WIB.

Palotta kesal karena meski sudah dibantu dengan Video Assistant Referee (VAR), sang pengadil lapangan, Cuneyt Cakir, tetap saja dianggapnya tak berlaku adil. Seperti ketika laga berlanjut di babak tambahan, penyerang Roma, Patrik Schick, sempat mengalami kontak dengan pemain Porto, Moussa Marega, di dalam kotak penalti tim tuan rumah. Akan tetapi Cakir justru menganggapnya hal itu bukanlah sebuah pelanggaran dan ia pun memilih untuk tak melihat VAR.

Keputusan Cakir itu jelas membuat Palotta kesal pada saat itu terjadi. Pasalnya Roma bisa saja menang bila wasit memberikan Giallorossi –julukan Roma– sebuah tendangan penalti kala itu. Palotta pun semakin kesal lantaran gol penentu kemenangan Porto terjadi akibat wasit memberikan tendangan penalti kepada Alex Telles, yang dianggap presiden Roma bpelanggaran itu tidak sah. Meski saat itu wasit sudah mengecek melalui VAR, namun Palotta bersikeras penalti Telles seharusnya tidak terjadi.

Hal itu semualah yang membuat Palotta mengatakan mulai muak dengan Liga Champions. Ia mengira hadirnya VAR bakal membuat laga berjalan secara adil di Liga Champions 2018-2019, namun nyatanya Roma justru dirugikan kembali. Palotta merasa kejadian semifinal Liga Champions musim lalu, di mana Roma tersingkir dari Liverpool karena kurang adilnya keputusan wasit terulang kembali.

“Pada musim lalu (Liga Champions 2017-2018) kami meminta VAR untuk digunakan di Liga Champions karena kami sangat kacau di semifinal tahun lalu tersebut. Lalu pada malam ini, kami sudah ada VAR dan tetap saja kami dirampok (dirugikan),” kata Palotta, dikutip dari twitter Roma, Jumat (8/3/2019).

“Patrik Schick sangat jelas dilanggar di dalam kotak penalti (Porto), VAR sudah memperlihatkannya. Akan tetapinya nyatanya itu tak diberikan (hadiah penalti untuk Roma). Saya sudah mulai muak dengan kompetisi ini. Saya menyerah,” pungkasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI