Dua Tim “Aparat Negara” Berjumpa di Jakarta, Berjuang Jauhi Zona Degradasi

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Laga yang disebut El Classico kategori kesatuan plat merah aparatur negara bakal terjadi di lanjutan Liga 1 2018. Bhayangkara FC yang kini bermarkas di Stadion PTIK Jakarta bakal menjamu PS Tira Bantul Jumat (4/5/2018). 

Pelatih PS Tira Rudi Eka Priyambada pun dengan tegas menyebut laga melawan Bhayangkara adalah penuh gengsi. Ia bahkan menyebut partai tersebut adalah El Classico yang mungkin dinantikan banyak orang. 

“Ini El Classico Liga 1 di Kesatuan jadi kami punya motivasi lebih besar dan saya sudah sampaikan itu pada anak-anak agar bisa bekerja lebih keras. Kami ingin memperbaiki posisi klasemen,” ungkap Rudi Kamis (3/5/2018). 

Bayang-bayang dasar klasemen yang sempat dicicipi minggu lalu agaknya menjadi sesuatu yang ingin ditinggalkan PS Tira jauh di belakang. Apalagi, bekal kemenangan melawan Bali United diklaim telah mengembalikan kepercayaan diri para pemain. 

“Kami siap dan sudah bangkit dari keterpurukan. Saya harap anak-anak bisa konsisten karena kalau kalah kami terdampar ke bawah lagi maka harus kerja keras dapat poin di sini (kandang Bhayangkara). Kami harus kerja keras untuk bisa dapat poin,” sambung Rudi. 

Kesalahan pemain yang beberapa kali membuat lawan mencetak gol menurut Rudi juga terus diwanti-wantikan agar tak lagi terjadi di laga melawan Bhayangkara. “Semua pemain sudah paham apa yang dimaui pelatih dan tinggal menerapkan di pertandingan, semoga tidak ada kesalahan sendiri,” pungkasnya. 

Saat ini PS Tira sedikit unggul secara klasemen dari Bhayangkara FC. PS Tira berada di peringkat 14 dengan 7 poin sementara Bhayangkara di peringkat 15 dengan 6 poin. 

Pastinya mencuri poin di kandang Bhayangkara bukan jadi hal mudah bagi PS Tira. Anak-anak asuhan pelatih Simon McMenemy bakal bermain habis-habisan untuk mengamankan poin di kandang sendiri. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI