Emosional, Seto: Pertandingan Ini untuk Paman Pardji

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN (KRjogja.com) – Mata pelatih PSS, Seto Nurdiantoro tampak memerah saat berbincang dengan wartawan usai laga kandang terakhir PSS di ISC B Grup 5 melawan Madiun Putra di Maguwoharjo, Sabtu (27/8/2016) sore. Bukan skor akhir 1-1 yang membuat Seto berkaca namun kenangan sosok almarhum Supardjiono yang membuat pelatih tersebut emosional.

"Pertandingan ini memang untuk beliau, kami tak lagi peduli hasil akhir namun khusus untuk Paman Pardji. Kita semua tak menyangka akan berpisah secepat itu dengan Paman," ungkapnya.

Bagi Seto dan seluruh elemen PSS, sosok Supardjiono sangatlah memiliki tempat tersendiri mengingat dedikasi besar untuk tim kebanggan warga Sleman tersebut. "Semangat beliau untuk memajukan PSS sangat luar biasa bagi kami dan kami sangat kehilangan, saya pribadi sangat kehilangan," imbuhnya.

Semangat Pardji inilah yang ingin selalu ditanamkan Seto pada anak asuhnya dalam menjalani pertandingan-pertandingan selanjutnya yang dipastikan jauh lebih berat. "Keinginan beliau PSS bisa juara, semoga kami bisa memenuhi harapan beliau," imbuh Seto.

Dalam laga tadi, suporter PSS juga sempat membuat koreografi pita hitam pada awal babak kedua. Koreo tersebut dibuat sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk almarhum Supardjiono.

Selesai babak kedua, beberapa lagu untuk mengenang Pardji pun dinyanyikan seluruh penonton di Maguwoharjo yang sengaja tak langsung beranjak saat wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir. Para pemain dan official pun melakukan ritual akhir di depan suporter dengan foto Paman Pardji di hadapan mereka. (Fxh)

 

 

BERITA REKOMENDASI