Format Baru Liga Champions Mirip Liga Super Eropa, Mana Lebih Menarik?

Editor: KRjogja/Gus

FEDERASI Sepakbola Eropa (UEFA) mengumumkan format baru Liga Champions untuk musim 2024-2025. Selintas, format baru Liga Champions 2024-2045 mirip dengan European Super League atau Liga Super Eropa yang baru saja diluncurkan pada Minggu 18 April 2021.

Lantas, bagaimana dengan format baru Liga Champions 2024-2025? Nantinya, seluruh pertandingan akan digelar pada Kamis waktu setempat, tidak seperti sekarang yang menggelar laga pada Selasa dan Rabu waktu setempat.

Tentu yang paling mencolok adalah jumlah kontestan. Terhitung musim 2024-2025, jumlah kontestan meningkat menjadi 36 klub, lebih banyak empat tim (32) ketimbang saat ini.

Di format sekarang, sebanyak 32 klub akan dibagi ke dalam delapan grup, yang mana masing-masing grupnya berisikan empat tim. Di format baru, masing-masing tim akan melakoni 10 pertandingan, yang mana menggelar lima laga kandang dan tandang.

Bagaimana cara menentukan lawan pertandingan? Lawan ditentukan berdasarkan koefisien klub yang ditetapkan UEFA. Setelah melalui 10 pertandingan, delapan tim teratas akan lolos otomatis ke babak 16 besar Liga Champions.

Kemudian, penghuni posisi 9 hingga 24 akan menggelar babak playoff dalam dua leg. Tim yang unggul berhak lolos ke babak 16 besar, menyusul delapan tim yang lolos otomatis.

Bagaimana untuk babak 16 besar, perempatfinal, semifinal dan final Liga Champions? Format di fase gugur masih sama seperti sekarang.

Selintas, format baru Liga Champions agak mirip dengan Liga Super Eropa. Sekadar informasi, sebanyak 12 klub dipastikan ambil bagian di Liga Super Eropa. Mereka ialah AC Milan, Arsenal, Atletico Madrid, Chelsea, Barcelona, Inter Milan, Juventus, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Real Madrid dan Tottenham Hotspur.

Nantinya, ada 20 klub yang ambil bagian di Liga Super Eropa. Sebanyak 20 klub itu dibagi ke dalam dua grup, yang mana masing-masing grupnya berisikan 10 tim. Nantinya, 10 tim itu bertanding kandang dan tandang.

Tiga tim teratas dari masing-masing grup lolos otomatis ke perempatfinal Liga Super Eropa. Sementara itu, tim yang menduduki posisi empat dan lima akan melakoni babak playoff untuk mencari dua slot tersisa di perempatfinal Liga Super Eropa.

Kemudian, babak perempatfinal dan semifinal dilangsungkan dengan format kandang dan tandang. Barulah, partai puncak digelar satu laga, atau biasa dilangsungkan di tempat netral.

Lantas, bagaimana respons presiden Liga Super Eropa, Florentino Perez, menanggapi adanya perubahan format Liga Champions pada 2024-2025?

“Jika kami tidak menemukan kesepakatan dengan UEFA, kami tidak akan mundur (tetap melangsungkan Liga Super Eropa). Jika UEFA menunggu hingga 2024 untuk melakukan reformasi, silakan saja. Kami takkan menunggu siapa pun karena kami membutuhkan Liga Super Eropa,” kata Florentino Perez saat diwawancarai El Chiringuito, mengutip dari Twitter @FabrizioRomano.

BERITA REKOMENDASI