Gagal Ikut Liga 3, Maung Bandung Merana di PHP Asprov PSSI DIY

BANTUL, KRJOGJA.com – Liga 3 Regional DIY 2018 dipastikan diikuti 9 tim dan bakal dimulai usai Lebaran nanti. Namun, sayangnya kepastian tersebut menyisakan kepedihan bagi salah satu calon peserta, Maung Bandung FC yang sudah dipastikan tak bisa ikut serta.

Tim yang selama ini diketahui menjadi anggota Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat ini sudah dicabut keanggotaannya pasca Asprov PSSI DIY mengeluarkan surat pernyataan bergabung pada 4 April 2018. Namun, saat kepastian Liga 3 Region DIY hendak diputar, Maung Bandung juga tak terdaftar sebagai peserta.

Wakil Sekretris Maung Bandung FC, Kartiko Mustikaningtyas ketika ditemui wartawan Minggu (20/5/2018) mengungkap saat ini pihaknya begitu kecewa dengan apa yang dilakukan Asprov PSSI DIY. Menurut dia, Maung Bandung melalui Ketumnya, Deny Susanto akan melaporkan kejadian ini ke PSSI karena tim tersebut tak bisa mengikuti liga.

“Kami sudah kontrak 23 pemain selama satu tahun, juga pelatih ada lima yang semuanya juga resmi diikat. Di sini (Yogya) juga sudah mempersiapkan lapangan di Semail dan juga sudah kontrak rumah untuk mess pemain selama enam bulan. Kami sangat dirugikan karena karena saat ini terancam tak bisa ikut kompetisi, di Jabar keanggotaan sudah gugur setelah adanya surat dari Asprov PSSI DIY dan Liga 3 Region Jabar juga sudah diputar,” ungkapnya kecewa.

Kartiko sempat menceritakan kronologis awal mula Maung Bandung mengajukan diri mengikuti Liga 3 Region DIY dan diterima oleh Asprov PSSI DIY. Menurut dia, Maung Bandung mengajukan pindah melalui surat resmi 19 Februari 2018 perihal bergabung ke PSSI DIY yang lalu dibalas surat tertandatangan Ketua Asprov PSSI DIY Bambang Kuncoro 4 April 2018 dengan nomor surat 027/ASPROV-DIY/III/2018 yang intinya Maung Bandung diterima di Liga 3 Asprov PSSI DIY.

“Setelah itu, 5 Mei 2018 ada undangan workshop saat itu di Kantor Dinas Perhubungan DIY, saya selaku sekretaris datang meski terlambat ternyata pertemuan sudah selesai dilaksanakan. Diketahui hasil workshop diputuskan peserta sepakat menolak kedatangan Maung Bandung karena bakal mengurangi peluang jatah wakil DIY, oke kami menunggu pernyataan resmi pihak Asprov,” ungkapnya.

Meski begitu, surat resmi yang menyatakan penolakan tak kunjung diterima Maung Bandung hingga akhirnya pada 19 Mei 2018 ada agenda technical meeting di Kantor Asprov DIY kompleks Wisma Soeratin. Padahal, sejatinya Maung Bandung memiliki alamat kesekretariatan di Jalan Grinjing Papringan Sleman.

“Ternyata Maung Bandung tidak mendapat undangan untuk hadir, meski saya tetap hadir karena tahu ada jadwal itu. Saya bertanya mengapa tidak diundang tapi jawabannya karena kami tidak menyerahkan form keikutsertaan. Ada kesimpangsiuran di sini, kami tidak pernah mendapat surat resmi dari Asprov PSSI DIY, padahal kami ada alamat resminya,” sambungnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI