Hisyam Tolle Dihukum Lima Tahun, PSIM Didenda Rp 100 Juta

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Hukuman cukup berat harus rela diterima bek PSIM Ahmad Hisyam Tolle. Komite Disiplin (Komdis) PSSI memutus Tolle bersalah menendang pemain Persis Solo, Shulton dan tak boleh berkecimpung di sepakbola profesional selama kurun waktu lima tahun.

Komdis melakukan sidang Jumat (25/10/2019) lalu dan salah satu putusan paling berat memang diterima Ahmad Hisyam Tolle yang dihukum larangan bermain di lingkup PSSI selama lima tahun. Tolle terbukti bersalah melakukan tendangan ke pemain Persis Solo dan juga melakukan intimidasi ke wartawan goal.com Lukas Budi Cahyono.

Hukuman Komdis merujuk pada aksi tak terpuji Tolle yang menendang kungfu Shulton pemain Persis Solo setelah dihadiahi kartu merah akibat terlebih dahulu memukul pemain tersebut. Shulton dinilai Tolle memperlambat permainan dan tak menunjukkan rasa respect sebagai pemain.

Tak berhenti di situ, Tolle juga melakukan aksi intimidasi pada wartawan Budi Cahyono yang memotret momen tersebut lantaran emosi. Meski telah meminta maaf, namun tampaknya Komdis tak bergeming dan tetap menghukum berat pemain asal Makassar tersebut.

Namun begitu, ternyata aksi Tolle tersebut harus membuatnya absen dari dunia sepakba profesional tanah air selama lima tahun kedepan. Praktis kariernya terancam selesai dini karena usianya saat ini sudah menginjak 25 tahun.

Tak hanya itu, Komdis juga menghukum Raymond Tauntu, pemain PSIM lainnya dengan hukuman 2 kali larangan bermain karena terbukti memukul pemain Persis Solo, Shulton. Sementara Aldaier Makatindu mendapatkan sanksi berupa teguran dari Komdis.

PSIM sendiri tak luput dari hukuman karena Komdis menemukan fakta adanya lemparan ke arah lapangan termasuk suporter yang melakukan pemukulan pada fotografer salah satu media lokal Yogyakarta. PSIM diharuskan membayar Rp 100 juta plus rela menerima suporter tak boleh menyaksikan pertandingan selama dua bulan di musim kompetisi 2020 mendatang.

Menanggapi hukuman tersebut, CEO PSIM Bambang Susanto mengaku pihaknya akan berusaha meminta keringanan untuk hukuman tanpa penonton yang diterima timnya musim depan. Namun, Bambang enggan mengadvokasi pemain yang mendapatkan hukuman karena menilai hal tersebut karena ulah sendiri.

“Kami mencoba minta keringanan untuk hukuman tanpa penonton. Namun kalau yang berkait dengan pemain, itu saya serahkan ke yang bersangkutan karena dialah yang harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan,” ungkapnya pada wartawan Sabtu (26/10/2019) malam. (Fxh)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI