IMI DIY Bidik Dua Medali Emas PON Papua

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Pengda Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIY  membidik 2 medali emas dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua tahun 2020 mendatang. Kedua medali emas itu diharapkan dapat diraih dari cabor motocross dan grasstrack.

“Untuk kedua cabang otomotif tersebut IMI DIY sudah menyiapkan 2 atlet motocross dan 2 atlet grasstrack,” ujar Ketua Umum Pengda IMI DIY Eka Sulistyana di Wonosari, Jumat (25/01/2019).

Menurut Eka Sulistyana, kedua atlet motocross tersebut adalah Aldy Lazaroni dan Seva (adik dan anak dari Irwan Ardiansyah yang merupakan juara nasional motocross beberapa tahun lalu). Sedangkan untuk cabang grasstrack IMI DIY juga menyiapkan dua atletnya di antaranya Momo.

“Kedua cabor tersebut sudah di pelatdakan sejak 2017 lalu hingga sekarang. Kebetulan venue motocross dan grasstrack untuk PON Papua sudah ada. Namun tidak menutup kemungkinan cabang balap motor dan slalom akan kita perjuangkan agar bisa ikut PON Papua,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, pada Februari 2019 mendatang, IMI DIY akan menggelar rapat kerja daerah (rakerda). Dalam rakerda nanti, pengurus IMI DIY akan mengundang klub-klub anggota untuk membicarakan event otomotif sepanjang 2019. Di antaranya cabang balapmotor (kejurda), time rally (kejurda), grasstrack (kejurda), motocross (kejurnas) dan cabang lainnya.

“Selain itu, Pengurus IMI DIY juga merencanakan  memberikan IMI Award kepada para atlet otomotif DIY yang telah meraih prestasi tingkat nasional, Asia dan internasional pada tahun 2018 lalu,” terangnya.

Eka Sulistyana berharap, pada  saatnya nanti IMI DIY dapat memiliki sirkuit otomotif  yang representatif  (permanen). Namun untuk mewujudkan sirkuit yang permanen, tentu  diharapkan keterlibatan Pemerintah daerah (Pemda) DIY  guna menggali bakat generasi muda.

“Dengan adanya sirkuit yang permanen, para generasi muda bisa menyalurkan bakatnya  secara resmi di sirkuit, sekaligus untuk menghindari balapan liar. Apalagi Yogyakarta merupakan barometernya  otomotif nasional,” pungkasnya. (Rar)

BERITA REKOMENDASI