‘Jalan Mundur’ M Eksan dan Kenangan Manis PSS di I Gusti Ngurah Rai

Editor: Agus Sigit

BALI, KRJOGJA.com – PSS Sleman akan menghadapi Persiraja dalam lanjutan Liga 1 putaran kedua (seri 4), Jumat (7/1/2022) di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Bali. PSS akan melakoni laga perdana di bawah pelatih anyar I Putu Gede.

PSS semakin mantap, apalagi tambahan pemain Ramdani Lestaluhu yang dipinjamkan Persija sudah bergabung bersama tim di Bali. Dani berpeluang turun saat PSS menghadapi Persiraja di laga pertama besok.

KRjogja.com kali ini tidak akan membahas persiapan PSS jelang laga, namun tentang sejarah Stadion I Gusti Ngurah Rai Denpasar yang ternyata memiliki sejarah menarik untuk diulas bagi Laskar Sembada. Tepatnya pada tahun 1998-1999, saat PSS berada di Divisi I (setara Liga 2 saat ini) dan tengah berjuang menuju kasta tertinggi.

Saksi hidupnya, adalah legenda PSS yang kini menjabat wakil manajer tim, M Eksan. Saat itu Eksan masih bermain, menjadi penyerang PSS yang turut mengangkat dari Divisi bawah, hingga tembus ke Divisi Utama pada 2000.

Saat itu, PSS melawat dari Sleman untuk menghadapi tuan rumah Perseden Denpasar. Tim Perseden kuat, mereka punya dua pemain asing sementara PSS masih mengandalkan skuad lokal dengan pendanaan yang minimum.

Cerita menarik muncul, saat itu diakui Eksan tim PSS benar-benar kompak di dalam dan luar lapangan meski seluruh pemain adalah nama-nama lokal mayoritas DIY. Jatmiko dan Prasetyo Sugianto yang sebelumnya memperkuat PSIM menjadi bagian skuad, termasuk Eksan dan M Muslih yang menjadi duet maut penyerang kala itu.

Eksan menceritakan, ia mengalami kejadian unik saat itu, yang sebenarnya berbalut candaan namun sekaligus sulit dinalar dengan akal sehat. Yakni, saat ia diminta dokter tim PSS saat itu, Dokter Tri untuk berjalan mundur ketika memasuki Stadion I Gusti Ngurah Rai.

BERITA REKOMENDASI