JK Academy, Ingin Jadi Jembatan Pemain Muda DIY ke Sepakbola Profesional

Sementara pelatih JK Academy, Roberto Kwateh menambahkan materi fisik, taktik strategi serta atitude menjadi hal wajib diberikan pada 80 pemain yang kini sudah bergabung. Para pemain disiapkan untuk bisa menjalani atmosfer di sepakbola profesional yang berbeda dari tataran hobi.

“Attitude yang paling utama, baru setelah itu fisik dan kemampuan taktik. Kita selama ini punya masalah pemain pro yang lambat mencerna strategi pelatih. Ini yang kita tidak mau, bahwa pemain harus paham berbagai cara bermain sejak di akademi. Jadi ketika masuk timnas atau ke tim pro dia sudah siap,” ungkap pria yang juga eks pemain PSIM dan Persiba Bantul ini.

Di JK Academy, para pemain juga berkesempatan menimba ilmu tanding melawan pemain-pemain pro seperti saat klub-klub Liga 1 dan 2 menggelar TC di Yogyakarta, JK Academy menjadi lawan ujicoba. Beberapa pemain profesional seperti Antony Putro Nugroho, Zah Rahan, hingga Yevhen Baha dan Batata juga kerap kali turut dalam program latihan JK Academy saat liga libur.

“Minggu ini kami juga rencanakan try out ke Safin Pati untuk melawan tim mereka. Kami ingin belajar juga karena mereka punya akademi yang juga dikelola dengan baik. Mudah-mudahan kami bisa berbuat maksimal di JK Academy, biar tambah banyak anak Jogja yang main di pro dan juga timnas,” imbuh pemain asli Liberia yang anak sulungnya baru saja dipanggil timnas U-16 Indonesia ini. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI