Kalah dari PSS, Pelatih Kalteng Putra Salahkan Hakim Garis

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN (KRjogja.com) – Empat gol PSS tercipta dalam waktu tak lebih dari 20 menit di babak kedua dan diawali umpan terobosan melalui kedua wingernya. Namun pelatih Kalteng Putra Eko Tamamie memiliki perspektif lain dan menganggap hakim garis melakukan kesalahan fatal dengan tidak mengangkat bendera saat posisi pemain PSS dianggap offside.

 

Kepada wartawan usai laga, Eko menilai keputusan hakim garis sangat merugikan timnya. Tak tanggung-tanggung Eko menyebut tiga kali pengadil pembantu wasit tersebut dianggap membuat keputusan membantu tuan rumah dengan tidak memberikan offside.

"Beberapa kali kami dirugikan dengan keputusan hakim garis, harusnya offside tapi dia tidak angkat bendera terutama di gol kedua dan ketiga yang mempengaruhi permainan kami. Mental anak-anak jatuh dan tidak bisa banyak berbuat di babak kedua," terangnya.

Tak hanya kali ini saja menurut Eko, timnya dikerjai oleh pengadil pertandingan. "Kami sudah pasti tidak lolos, tapi jangan terlalu lah kita dikerjai wasit," ungkapnya lagi.

Namun demikian, Eko juga sempat menyebut bawasanya stamina anak asuhnya mengalami penurunan lantaran kelelahan menghadapi dua laga tandang di Karawang dan Sleman. "Kami memang menggunakan bus dari Karawang menuju Sleman dan itu saya rasa juga menjadi alasan stamina anak-anak menurun di babak kedua," imbuhnya.

Di babak kedua memang tampak penurunan kualitas dari kubu tim tamu yang sebenarnya mampu tampil konsisten di babak pertama dan terlebih dahulu mencetak gol di menit ke-12. Di sisi lain tuan rumah meningkatkan serangan di babak kedua dan berusaha menggempur pertahanan tim tamu dari semua sisi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI