Kalah Lawan PSIS, Nil Maizar: Kami Tidak Beruntung

BANTUL, KRJOGJA.com – Kekalahan dari PSIS Rabu (17/10/2018) petang membuat posisi PS Tira masih tertahan di peringkat 16 klasemen sementara Liga 1. Zona degradasi masih membayangi Tira yang kini masih mengoleksi 28 poin meski liga masih menyisakan delapan laga. 

PS Tira sebenarnya bermain dominan sepanjang laga. Peluang-peluang berbahaya dihasilkan melalui penyerang-penyerang asing seperti Dimitri Rekish, Alexandar Rakic dan Jeon Wooyoung yang sayangnya tidak satupun menemui sasaran. 

Tidak beruntungnya anak-anak Tira pun diakui sang juru racik Nil Maizar. Kepada wartawan usai laga, Nil mengakui bahwa permainan anak asuhnya sudah maksimal kali ini. 

Namun, Dewi Fortuna diakuinya sedang menjauh sehingga tak satupun peluang berhasil menjadi gol dalam laga yang berkesudahan 0-1 untuk PSIS tersebut. “Kami benar-benar tidak beruntung, banyak peluang tidak gol sementara lawan hanya satu peluang jadi gol,” ungkapnya dengan raut kecewa. 

Diakui Nil, para pemainnya hari ini sudah berupaya melakukan berbagai hal untuk menjebol gawang PSIS. Namun, keberuntungan ditambah permainan apik Jandia Eka Putra di bawah mistar PSIS benar-benar membuat skuad Tira patah arang. 

Kepercayaan diri Dimitri Rekish sangat terlihat menurun di mana ia tak bisa melepaskan sepakan berbahaya seperti laga-laga sebelumnya ketika berhadapan dengan Jandia. “Anak-anak sudah bermain maksimal, kami tidak bisa menyalahkan pemain karena tidak bisa cetak gol. Taktikal kami sudah oke, kombinasi permainan juga sudah dilakukan tapi memang keberuntungan belum ada,” tandasnya. 

Kini, usai kalah di kandang praktis pekerjaan berat menunggu Tira yang harus melakoni lima laga away dan tiga home demi bertahan di Liga 1 tahun depan. “Tiap laga kedepan kami harus konsen, kerja maksimal agar hasilnya bagus, kami fokus satu per satu laga,” sambungnya. 

Sementara pelatih PSIS Jafri Sastra mengakui bahwa timnya lebih banyak bermain bertahan di laga kontra PS Tira. Pendeknya masa rekovery antar pertandingan membuat kondisi para pemain tak banyak bisa dikreasikan oleh sang arsitek. 

“Ini tadi tinggal kaku-kakunya saja, kita hanya punya dua hari rekovery dan itu tidak cukup untuk mempersiapkan tim. Hari ini kami beruntung bisa menang, lawan ikut tempo permainan lambat yang memang kami rancang,” ungkap pelatih asli Sumatera Barat ini. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI