Kalahkan Persatu 2-0, PSIM Pastikan Posisi Aman di Liga 2

YOGYA, KRJOGJA.com – PSIM memastikan tempat di Liga 2 musim depan setelah menang melawan Persatu Tuban, Minggu (13/10/2019) sore. Mandala Krida tampak bersahabat dengan PSIM setelah Yoga Pratama dan Dwi Raffi Angga mencetak gol kemenangan untuk Laskar Mataram. 

Baca Juga: Yoga Pratama Bawa PSIM Ungguli Persatu

Di laga kontra Persatu ini, PSIM melakukan eksperimen pemain di mana Raymond Tauntu ditempatkan sebagai bek kanan. Posisi tersebut sangat menarik karena selama ini pemain asal Makassar tersebut dikenal sebagai gelandang bertahan yang kuat menghalau bola. 

Perbedaannya, di laga kali ini aura Stadion Mandala Krida seolah berubah daripada partai-partai home PSIM sebelumnya. Ada energi menarik yang sedikit mempengaruhi permainan Laskar Mataram di lapangan. 

Raymond memang sedikit kagok memerankan bek kanan di laga ini. Namun tampaknya dukungan tiga bek PSIM lain yang juga asli Makassar yakni Hisyam Tolle, Hendra Wijaya dan Aditya Putra Dewa menutup kekurangan lini belakang. 

Menit 28 PSIM mencetak gol melalui lesakan Yoga Pratama. Sepakan kaki kiri Yoga setelah dengan tenang menusuk masuk kotak penalti tak mampu diantisipasi kiper Persatu, Rully Desrian. 

Gol spesial bagi Yoga yang baru kali ini menjadi pemain utama PSIM sepanjang musim 2019. Diiringi riuhnya teriakan perayaan suporter, PSIM untuk sementara unggul dengan skor 1-0. 

Di menit 47 babak kedua, usai rehat, PSIM mendapat hadiah penalti dari wasit Mansyur asal DKI Jakarta. Wasit menilai kiper Rully melakukan pelanggaran pada Dwi Raffi Angga. 

Pemain Persatu sempat memprotes keras dan pertandingan tertunda sekitar 5 menit lebih. Namun wasit tak bergeming dan tetap memberikan penalti untuk tuan rumah. 

Dwi Raffi yang maju sendiri menjadi eksekutor tanpa salah menaklukkan Rully. Papan skor berubah 2-0 untuk PSIM Yogyakarta. 

Usai gol, pertandingan berjalan dengan tempo yang cukup lambat. Kedua tim tetap saling serang namun bola banyak bergulir di lapangan tengah dengan peluang yang minim. 

Persatu merespon di akhir babak dan sempat mencipta dua peluang berbahaya. Insiden tidak fairplay sempat dilakukan pemain naturalisasi pengganti Mohamed Lamine Fofana saat melakukan foul berbahaya pada Yoga Pratama. 

Duel udara yang seharusnya sama-sama menggunakan kepala, namun pemain Persatu justru menaikkan kaki dan membuat Yoga terjatuh mendarat tak sempurna dan harus ditandu keluar lapangan. 

Papan skor tak berubah, PSIM menang dengan skor akhir 2-0. Kemenangan tersebut membuat posisi PSIM aman di Liga 2 namun belum bisa memastikan tempat di delapan besar. 

Usai pertandingan, pelatih Persatu Bambang Sumantri mengaku timnya bermain dengan banyak tekanan yang membuat para pemainnya frustasi. “Saya kira semua tahu tensi permainan begitu tinggi hari ini termasuk masalah wasit. Dua laga away ini kami akan maksimalkan dulu, apapun yang terjadi,” ungkap Bambang. 

Baca Juga: Liestiadi – Erwan Fokus Selamatkan PSIM

Sementara pelatih PSIM, Liestiadi tiga poin yang didapat membawa timnya pada titik aman pertama berada di Liga 2 musim depan. Para pemainnya mampu menunjukkan permainan terbaik meski dengan persiapan bersama dia yang cukup singkat hanya tiga hari. 

“Ini karena motivasi anak-anak yang luar biasa. Saya bilang kita bermain di tanah kita, jangan biarkan lawan banyak memegang bola. Kita pastikan posisi aman PSIM dan semoga di laga terakhir bisa menang dan ada keberuntungan bisa lolos delapan besar,” ungkapnya usai pertandingan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI