Kandaskan Martapura FC, PSIM Puncaki Grup Timur

YOGYA, KRJOGJA.com – PSIM memuncaki klasemen grup timur Liga 2 2019 setelah mengalahkan Martapura FC di Stadion Mandala Krida Kamis (8/8/2019) petang. Raihan poin 18 untuk sementara mengungguli pesaing terdekatnya, Persik Kediri yang bermain imbang 2-2 Bogor FC Sulut United. 

PSIM mencatat peluang pertama melalui El Loco Gonzales menit ke-5. Sayang sepakan kaki kiri Loco memanfaatkan umpan Ichsan Pratama masih melebar di kiri gawang Martapura FC.  Di awal babak, Martapura lebih banyak menunggu di separuh lapangan sendiri yang membuat PSIM kesulitan menembus pertahanan. 

Baru menit 23 kebuntuan berakhir saat Aditya Putra Dewa melesakkan sepakan bebas melengkung dengan kaki kiri. Bola sempat terkena sedikit bagian kepala bek Martapura, Erwin Gutawa dan meluncur masuk ke gawang yang dikawal Ali Budi Raharjo. 

Bahkan, berselang satu menit, El Loco Gonzales menggandakan keunggulan PSIM setelah memanfaatkan kesalahan tangkap kiper Martapura. Bola yang terlepas dari tangkapan Ali Budi langsung dicocor El Loco. 

Gol tersebut sempat diprotes kubu Martapura FC, para pemain mengejar wasit Sance Lawita dari Sulawesi Utara yang dinilai abai pada pelanggaran. Pertandingan sempat terhenti hingga 10 menit sebelum akhirnya dilanjutkan karena Martapura bersedia kembali ke lapangan. 

Usai gol, pertahanan Martapura mulai goyah dan tak lagi serapat sebelumnya. Namun, tak ada gol yang mampu diciptakan PSIM hingga perpanjangan waktu 8 menit babak pertama usai. PSIM unggul sementara dengan skor 2-0. 

Di babak kedua, pertandingan berjalan lebih seru dan terbuka. Martapura mulai berani keluar menyerang setelah tertinggal 2 gol dari tuan rumah. 

PSIM mencoba memasukkan Yoga Pratama di pertengahan babak kedua menggantikan Redi Rusmawan. Sementara, Martapura FC memasukkan Engkus Kuswaha menggantikan Amin Rais Ohorella. 

Permainan lebih terbuka, kedua tim saling serang namun tak ada satupun yang berbahaya. Papan skor tak berubah hingga akhir laga. PSIM menang dengan skor akhir 2-0. 

Pelatih PSIM, Aji Santoso mengungkap rasa syukur setelah timnya bisa mendulang poin penuh di Mandala Krida dan mengatasi rasa demam panggung menjajal stadion baru. Aji mengaku timnya memperagakan pressure tinggi yang membuat lawan kesulitan di awal pertandingan. 

“Jujur kami nervous di pertandingan karena kita gunakan stadion baru. Kehadiran penonton sangat banyak, dan jadi motivasi tersendiri bagi para pemain. Ini pertandingan sakral bagi kita, mungkin kalau kita kalah banyak omongan dan itu cukup kami khawatirkan. Alhamdulillah kami bisa menang,” ungkap Aji. 

Sementara Pelatih Martapura FC, Frans Sinatra mengaku cukup kecewa dengan hasil akhir pertandingan terutama kepemimpinan wasit Sance Lawita dari Sulawesi Utara. “Pertandingan bagus, lawan bagus tapi kepemimpinan wasit menurut kami sangat buruk. Kalau alasannya wasit baru dari Liga 3, yasudah jangan memimpin dulu, cari yang pantas. Kami akui kalah tapi masa sepakbola kita mau seperti ini terus,” keluhnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI