Kejar Vietnam, PSSI Sekolahkan Pemain ke Eropa

PSSI mempunyai sejumlah program untuk mengejar ketertingalan dari Vietnam. Salah satunya adalah menyekolahkan sejumlah pemain untuk menimba ilmu di klub-klub luar negeri, khususnya Eropa.

Harapannya dengan membela klub Benua Biru, mental dan karakter para pemain terbentuk. Diharapkan ketika membela Timnas Indonesia, performa dan kualitas mereka dapat mengangkat prestasi skuad Garuda.

“PSSI mencoba membantu pemain-pemain supaya bermain di luar negeri. Dengan bermain di luar negeri, akan terbentuk cara makan dan tidurnya. Jika mereka masih di sini, sehebat apa pun kita dijaga, tetap mereka akan sulit dijaga secara profesional,” kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi, saat menghadiri program Special Dialogue, hasil kerja sama Okezone dan Sportstars.id.

“Kita sudah meminta bantuan mantan pemain timnas, pelatih senior dan lain-lain. Dari kesimpulan yang kita ambil, kita harus membuka diri dan memberi dukungan semaksimal mungkin supaya para pemain Indonesia bisa bermain di luar negeri,” lanjut pria kelahiran Gorontalo tersebut.

“Klub-klub kita imbau juga melepas pemain ke klub-klub Eropa ketika mendapat penawaran. Di sana kedisplinan mereka akan terbentuk, mulai dari pola makan dan pola tidur. Nantinya, kedisplinan mereka akan tertata secara sendirinya setelah melihat teman-temannya di Eropa,” ujar mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI tersebut.

Saat ini ada sejumlah pemain muda Tanah Air yang merumput di Eropa. Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk, Polandia), Witan Sulaeman (Radnik Surdulica, Serbia), David Maulana dan Brylian Aldama (HNK Rijeka, Kroasia) serta Bagus Kahfi (FC Utrecht, Belanda) merupakan beberapa di antaranya.

Beberapa di antaranya seperti David Maulana, Brylian Aldama dan Bagus Kahfi, dapat bergabung berkat campur tangan PSSI melalui program Garuda Select. Karena itu, harapannya jika program ini berjalan lancar, Indonesia berpotensi mempunyai pemain-pemain berbakat yang dapat meningkatkan performa skuad Garuda.

Saat ini, target Indonesia adalah mengejar ketertinggalan dari Vietnam, klub terkuat di Asia Tenggara. Yunus Nusi paham, tim nasional Vietnam kuat bukan karena hasil instan, melainkan berkat konsistensi yang dilakukan seluruh stakeholder sepakbola di sana.

“Timnas Vietnam mempunyai persiapan yang sangat matang. Mereka melakukan pemusatan Latihan dari hari ke hari dan bulan ke bulan. Selain itu, kompetisi mereka juga bagus,” tutup Yunus Nusi.

 

 

BERITA REKOMENDASI