Klub Liga Inggris Tak Bisa Potong Gaji Pemain, Ini Alasannya

LONDON, KRJOGJA.com – Klub-klub Liga Inggris tak bisa mengikuti langkah yang diambil tim-tim di negara lain, yang mana berani memotong gaji para pemain di tengah wabah virus corona. Seperti diberitakan Daily Mail, Rabu (1/4/2020), klub-klub Liga Inggris tak bisa memotong gaji Mohamed Salah dan kawan-kawan karena akan melanggar aturan.

Masih diberitakan Daily Mail, jika klub Liga Inggris berani memotong gaji pemain, si pesepakbola dapat meninggalkan tim secara gratis. Sekadar informasi dalam klausul yang tertulis di dalam kontrak, si pemain bisa meninggalkan tim secara gratis jika mendapatkan pemotongan gaji.

Awalnya, Tottenham Hotspur dan Newcastle United jadi dua klub pertama Liga Inggris yang mengambil kebijakan pemotongan gaji sebesar 20 persen kepada pemain. Namun, beberapa jam setelah diumumkan, keputusan itu dibatalkan.

Sebab jika pemotongan gaji diberlakukan, Harry Kane dan kawan-kawan bisa meninggalkan tim secara gratis saat itu juga. Karena itu, dalam waktu dekat otoritas penyelenggara kompetisi akan bertemu dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) dan Asosiasi Pelatih Liga (LMA).

Dalam pembicaraan itu akan dicari win-win solution, yang mana pemotongan gaji tetap dijadikan prioritas. Di masa-masa seperti ini yang mana klub kehilangan pemasukan, pemotongan gaji jadi yang paling realistis dilakukan demi menyeimbangkan neraca keuangan klub.

Di Liga Italia, Juventus sudah terang-terangan akan memotong gaji Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan selama empat bulan ke depan. Sementara Barcelona, Lionel Messi dan kawan-kawan akan dipotong gajinya sebesar 70 persen.

BERITA REKOMENDASI