Kompetisi Tanpa Degradasi, PSIM Nyatakan Penolakan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Polemik kompetisi Liga 1 tanpa degradasi menuai pandangan pro dan kontra. Sebagian besar menolak karena menilai kondisi tidakpasti dengan anggaran jebol dialami seluruh kontestan, tanpa terkecuali.

Tak hanya klub-klub Liga 1 yang menyampaikan penolakan, namun kontestan Liga 2 wakil DIY, PSIM turut menyatakan sikap. Melalui pernyataan resmi klub yang dikeluarkan, Sabtu (08/05/2021), PSIM dengan tegas menolak format tanpa degradasi yang mencuat dalam Rapat Exco PSSI 3 Mei lalu.

Kompetisi tanpa degradasi dinilai mengkhianati tujuan berkompetisi dengan mengedepankan fairplay. Atmosfer kompetisi dinilai tak lagi menarik karena adanya jaminan tidak ada degradasi di akhir musim.

“Oleh karenanya, kami (PSIM) berharap agar kompetisi musim ini tetap dilakukan dengan menggunakan sistem degradasi. Maksud tujuannya tidak lain agar tercipta atmosfer kompetisi yang menarik, kompetitif, serta menghibur bagi penggemar sepakbola,” ungkap representasi PSIM, melalui media officer Ditya Fajar Rishizkia.

PSIM mengamini kondisi tidak mengenakkan dialami seluruh tim, termasuk kontestan Liga 2 yang disebut sebagian pihak sebagai tempat membakar modal. Namun, di situ seni menata sepakbola dalam masa tidak baik seperti saat ini teruji.

“Kondisi dunia saat ini memang belum stabil karena pandemi yang mempunyai dampak di berbagai sektor. Hal itu pasti memengaruhi sepakbola, termasuk sepakbola di Indonesia. PSIM sendiri, dan beberapa tim lain kami ketahui, telah mempersiapkan tim untuk tampil sebaik mungkin pada kompetisi nanti meski dalam masa sulit seperti sekarang,” tandas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI