Koreografi ‘Kitorang Seduluran’ Jadi Pesan Persatuan dari Maguwoharjo

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tensi pertandingan antara PSS melawan Persipura Kamis (19/9/2019) sore cukup tinggi yang berakhir dengan skor 1-1. Beberapa kali intrik terjadi di lapangan bahkan hingga laga usai beberapa pemain kedua tim sempat bersitegang. 

Baca Juga: Rangga Muslim Jadi Penyelamat, PSS Ditahan Persipura 1-1

Tepat saat wasit Ruli Ruslin meniup pertandingan babak kedua dimulai, penonton di tribun utara mulai berubah warna. Kertas merah dan putih mulai dibentangkan membentuk bendera merah putih. 

Tak lama, sebuah koreo giant flag bergambar orang berblangkon dan satu lagi pendukung Persipura yang merepresentasikan Papua saling berpelukan membentang di tribun tersebut. Pemandangan ramah yang dijanjikan Slemania terwujud melalui bendera yang pembuatannya dilembur hingga larut malam. 

Sekitar 10 menit bendera raksasa tersebut terbentang. Spanduk panjang bertuliskan “Kitorang Seduluran” pun menambah jelas pesan persatuan dari Sleman untuk Indonesia tersebut. 

Baca Juga: Kontrak Pemain Liga 3, Pelatih PSS Sleman Punya Rencana Lain

Presidium Slemania, Asep Handi Kurniawan menyebut sengaja menyuarakan pesan persatuan di laga melawan Persipura sebagai bentuk penegasan pernyataan perdamaianan. “Ini ide dari kami untuk menyuarakan pesan persatuan. Jangan ada lagi rasisme, jangan ada lagi perpecahan, karena kita semua satu bangsa,” tandas Asep. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI