Lawan Persebaya, Ternyata Tiket PSIM Bocor 50 Persen

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Laga PSIM melawan Persebaya Surabaya di Stadion Sultan Agung Bantul disaksikan tak kurang 17 ribu penonton. Namun ternyata, panitia pelaksana pertandingan masih menemukan adanya kebocoran tiket masuk hingga mencapai 50 persen.

Manajer sekaligus Ketua Umum PSIM, Agung Damar Kusumandaru kepada wartawan Sabtu (20/05/2017) mengungkap panitia pelaksana laga home PSIM hanya mencatat pemasukan kotor sebesar Rp 200 juta. Jumlah tersebut dirasa masih belum mencapai target seharusnya yakni Rp 300 juta.

"Jujur pemasukan kami masih dibawah target sementara kotornya Rp 200 juta padahal paling tidak harus Rp 300 juta. Masih kurang untuk persiapan PSIM apabila lolos 16 besar karena saat ini tiket jadi salah satu sumber utama pembiayaan tim," ungkapnya disela penandatanganan kerjasama PSIM dengan pabrikan ban Corsa.

Pemasukan pertandingan home yang belum sesuai ini diperparah adanya fakta kebocoran tiket yang mencapai persentase 50 persen. Para penonton tak bertanggungjawab disebut Agung memanfaatkan gelang tiket yang tak terpasang dengan ketat di lengan.

"Di laga lawan Persebaya kebocoran tiket kita sampai 50 persen, banyak sekali dan ternyata gelang tiket yang masih longgar dilempar keluar untuk masuk penonton lain, ini jelas sekali merugikan tim PSIM," imbuh Agung.

Kini, pihak manajemen bersama panitia pelaksana tengah memikirkan langkah konkrit agar kebocoran tiket yang merugikan PSIM tak lagi terjadi di sisa laga kandang putaran pertama dan kedua nanti. Ia pun menghimbau seluruh pecinta PSIM agar nenyadari betul pentingnya nilai tiket masuk stadion bagi kelangsungan Laskar Mataram.

"Ataukah alur masuk yang bakal diperketat atau petugas memastikan gelang terpasang ketat, kita masih berusaha mencari formula terbaiknya. Kami berharap sekali teman-teman suporter ini bisa semakin menyadari bahwa memang tiket ini salah satu sumber utama pemasukan PSIM," lanjut pria yang juga anggota DPRD Kota Yogyakarta ini. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI