Man United Terpuruk, Manajemen Dituntut Tanggung Jawab

MANCHESTER, KRJOGJA.com – Manchester United kembali mendapat hasil minor usai ditumbangkan Newcastle United dengan skor 0-1 dalam matchday kedelapan Liga Inggris 2019-2020. Dengan hasil tersebut, Man United pun terjebak di posisi ke-12 klasemen sementara dengan raihan sembilan poin.

Menanggapi situasi saat ini, legenda Man United, Gary Neville, menilai bahwa manajemen adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas keterpurukan Setan Merah. Menurutnya, Man United berada dalam situasi kritis seperti sekarang ini lantaran manajemen tidak becus dalam melakukan perekrutan pemain dan manajer.

Sejak ditinggal pensiun oleh Sir Alex Ferguson pada Juni 2013, Man United sejatinya sudah ditangani oleh empat manajer berbeda, dari mulai David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, dan sekarang Ole Gunnar Solskjaer. Akan tetapi, dalam pemilihan para manajer tersebut, Neville menilai kalau pihak manajemen tidak memiliki acuan yang jelas karena keempatnya memiliki gaya bermain yang berbeda.

Tak ayal, kondisi tersebut pada akhirnya berdampak pada perekrutan pemain. Sebab, pemain yang direkrut pada era Van Gaal tidak sesuai dengan zaman Mourinho melatih. Selain itu, manajemen Man United juga kerap dinilai asal-asalan dalam melakukan perekrutan. Dalam artian, pemain yang direkrut tidak sesuai dengan kebutuhan tim.

“Kualitasnya tidak tepat, kedalaman skuad mereka tidak cukup baik dan mereka telah mengambil langkah mundur. Rekrutmen mereka menyedihkan selama bertahun-tahun. Manajemen perlu memegang keberanian mereka. Mereka bertanggung jawab atas hal ini dengan perekrutan yang buruk, pemilihan manajer yang buruk,” ujar Neville, melansir dari Sky Sports, Senin (7/10/2019).

“Mereka juga menggunakan gaya manajer yang berbeda. Ole Gunnar Solskjaer sekarang membawa klub ke arah yang sama sekali berbeda (dengan manajer sebelumnya). Jika Anda mengubah arah sebagai manajemen setiap dua tahun, menginvestasikan 250 juta pounds di sepanjang jalan bagi setiap manajer, Anda akan memiliki masalah besar,” lanjutnya. (*)

 

BERITA REKOMENDASI