Mantan Pebasket Nasional Tri Adnyana Adilokatanaya Terima Donasi dari Warga

Sebelum penyerahan dana, Jusraga menggelar bincang-bincang virtual melalui live Instagram dan Zoom Meeting. Sejumlah rekan Tri semasa masih bermain seperti Fictor Gideon Roring dan Ocky Tamtelahitu ikut bergabung dalam obrolan daring ini. Ada pula mantan petenis nasional Wukirasih Sawondari yang berteman dekat dengan Tri.

Kemudian mantan pelatih fisik tim Aspac yang dulu pernah menangani Tri di klub dan timnas basket Indonesia yang meraih perak SEA Games 2001, Octavianus Matakupan. Tak ketinggalan Ketua Umum PP Perbasi Danny Kosasih bergabung dalam Zoom Meeting. Semua memberikan dukungan dan semangat kepada Tri agar segera sembuh dari sakitnya dan bisa beraktivitas kembali.

Dari live Instagram, sejumlah penggemar basket juga ikut memberikan dukungan dan semangat untuk kesembuhan Tri. Salah satunya Udjo Project Pop yang dikenal sebagai penggemar Aspac, klub yang paling lama dibela Tri.

Dalam bincang virtual ini, Tri sempat menyinggung awal mulanya berkarier sebagai pebasket nasional. Setelah masuk Sekolah Olahraga Ragunan pada 1986, kemampuannya dilihat oleh bos Aspac Irawan Haryono dalam sebuah turnamen di Jawa Tengah. Saat itu, Tri membela klub Glory karena diajak oleh Danny Kosasih yang sekarang menjadi Ketua Umum PP Perbasi. Irawan yang kepincut langsung meminta izin Danny untuk mengajak Tri bergabung ke Aspac, meskipun saat itu dia masih berstatus siswa di Ragunan. Ia pun mulai membela Aspac sejak 1988 hingga 2004. Tri pensiun pada 2005 setelah membela Mitra Kalila selama semusim.

Mantan pelatih fisik Aspac yang juga dosen di Universitas Negeri Jakarta, Octavianus Matakupan, memuji etos kerja Tri. Bung Oktav, sapaannya, mengungkapkan, kehebatan Tri di lapangan salah satunya karena ketangguhan mentalnya. Pria yang 11 tahun memperkuat timnas basket Indonesia tersebut tak cengeng. Ia tak pernah mengeluh dan selalu melahap program latihan yang diberikan pelatih fisik dengan maksimal.

“Pada masa jayanya, otot kakinya bisa menopang lima kali berat tubuhnya. Kekuatan itu yang membuat dia bergerak dengan mudah saat beraksi di lapangan. Saya bersyukur bisa bekerja sama dengan pemain seperti Tri di Aspac dan tim nasional,” ujar Bung Oktav.

Tri berterima kasih atas dukungan besar rekan-rekan sesama insan basket nasional yang diberikan kepadanya, baik moril maupun materil. “Saya juga berterima kasih kepada Jusraga sudah mau menggelar kegiatan ini dan masih mengingat saya. Semoga kebaikan teman-teman wartawan semua mendapatkan balasan yang baik pula,” kata Tri.

BERITA REKOMENDASI