Mantan Pebasket Nasional Tri Adnyana Adilokatanaya Terima Donasi dari Warga

Ia membela timnas basket Indonesia sejak 1989. Tri selalu terpilih dalam skuat timnas basket Indonesia yang berlaga di SEA Games sejak 1991 sampai 1999. Menjalani karier profesionalnya di basket sejak 1989 sampai 2003 bersama Aspac Jakarta, Tri akhirnya pensiun setelah membela Mitra Kalila pada 2004.

Usai gantung sepatu, Tri menjadi asisten pelatih di berbagai klub. Ia kemudian pernah menangani tim Jabar putra U-19, tim putri Sahabat Semarang, serta NSH GMC. Tri juga pernah menjadi asisten pelatih timnas basket putri.

Sementara itu, Israr jurnalis dari Republika mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata para jurnalis yang sudah dimulai pada Selasa (4/8/2020), untuk membantu pengobatan Tri.

“Kami mengetahui coach Tri sakit akhir bulan lalu. Beliau masih membutuhkan dukungan moril maupun materil selama perawatan sampai benar-benar sembuh. Kita tahu, luka bagi penderita diabetes bisa berdampak lebih buruk dibandingkan orang non-diabetes. Apalagi, profesinya sebagai pelatih menuntut fisik yang baik,” sahut Erpe sebagai Humas IBL/pengamat bola basket Indonesia.

Erly pun menegaskan, pihaknya belakangan banyak dihubungi oleh olahragawan dan meminta melakukan kegiatan yang sama kepada insan olahraga lain yang memerlukan bantuan. “Kegiatan ini tidak hanya di bola basket saja, tetapi kepada insan olahraga lain yang memerlukan bantuan,” imbuhnya.

Jusraga melelang barang-barang berharga dan penuh kenangan dari para anggotanya dan para atlet yang dibuka untuk umum. Peminat dapat mengakses Instgram @jurnalispedulidansukaolahraga atau Facebook Jusraga untuk mengikuti lelang barang membantu Tri.

Ada jersey asli MU bertanda tangan sejumlah pemain yang memperkuat Setan Merah pada 2009. Kemudian topi dan kaus kaki MU asli yang masih baru.

Barang lain adalah foto dokumentasi SLANK lengkap dengan tanda tangan personelnya pada 2007. Kemudian ada boneka maskot Piala Dunia 2014 dan SEA Games 2019. Sepatu Richard “Insane” Latunusa, The Godfather of Streetball Indonesia yang ditandatangani. Item terakhir yang dilelang adalah jersey CLS musim 2013/2014 milik Dimaz Muharri, yang kini membela tim Louvre Surabaya di IBL. (Sim)

BERITA REKOMENDASI