Marco Gracia Paulo Curahkan Isi Hati, Ungkap Kronologi Dialog dengan Sleman Fans hingga Serangan Jantung di Bandung

SLEMAN, KRJOGJA.com – Marco Gracia Paulo, Direktur Utama PT PSS mencurahkan isi hati sekaligus menceritakan situasi yang dihadapi dari sudut pandangnya terkait rentetan peristiwa terjadi beberapa waktu ke belakang. Marco memberikan penjelasan tentang pertemuan dengan suporter baik di Sleman, Bandung hingga Jakarta termasuk situasi tak mengenakkan yang dialaminya.

Berikut transkrip penjelasan panjang Marco Gracia Paulo yang dikutip utuh dari video pribadinya:

Kalau tentang komunikasi saya mesti balik agak ke belakang, waktu sebelum kompetisi dimulai. Terakhir perjalanan saya ke Sleman bertemu Sleman Fans saat berlangsung acara vaksin untuk suporter, kerjasama PSS bersama Sleman fans (29 Agustus 2021).

Saya ingat ada 3 hari di sana yang kita lakukan pertemuan. Kebetulan karena ada acara jadi kita tiga hari berturut-turut bertemu. Jadi pertama waktu di hotel Grand Keisha (28 Agustus 2021) saya undang mereka datang. Ada salah satu senior juga, Pak Sismantoro (mantan manajer PSS) hadir di situ. Saya sampaikan bahwa sudah pasti di awal kompetisi ini kita akan berat. Dan bahkan kita sudah bicara detail mengenai strategi, kapan dapat poinnya dan lain-lain. Jadi saya sudah jelaskan akan berat, kenapa? Karena memang kita mulainya terlambat. Dan saya sudah jelaskan kenapa kita mulai terlambat.

Lalu besoknya (29 Agustus 2021) kita ada acara vaksin bersama, kita bertemu lagi. Terakhir kita ada doa bersama di Omah (Omah PSS), ada lebih banyak orang lagi dan lebih dalam lagi sampai kita makan malam bersama juga saat itu. Kita ngobrol panjang juga, dari situ saya merasa memang berarti sudah cukup kita jelaskan dan teman-teman sudah mengerti . Teman-teman juga sudah sangat mendukung dan mengerti mengenai situasinya.

Berikutnya waktu kejadian temen-temen hadir di Omah PSS. Saat itu saya ingat kalau nggak salah pertandingan melawan Persebaya ya (30 September 2021). Nah teman-teman masuk ke area Omah. Di depan Omah sudah ramai sampai ribuan orang saat itu.

BERITA REKOMENDASI