Mataram Utama Ganti Nama Jadi Nusantara United FC di Liga 2, Ini Alasan Sang Presiden

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Presiden Mataram Utama FC, Dessy Arfianto menjelaskan latarbelakang perubahan nama menjadi Nusantara United FC di Liga 2 musim ini. Mataram Utama disebut tetap akan berkiprah aktif dalam pembinaan sepakbola usia dini di DIY, sementara untuk tim Liga 2, seluruhnya diserahkan kewenangannya pada investor.

Dessy mengatakan harus menggandeng investor untuk mengarungi Liga 2 karena kekuatan finansial yang belum kuat di tubuh Mataram Utama. Apalagi, pengelolaan klub profesional akan sangat berbeda dengan Liga 3 yang masih berstatus amatir.

“Kami perlu pembiayaan besar dan daya dukung kuat untuk menjalankan tim di Liga 2. Kami tidak ingin memaksakan diri dan nanti dzolim ke pemain, pelatih atau perangkat tim lainnya apabila di tengah jalan kita malah kesulitan. Inilah akhirnya kami memutuskan untuk menggandeng investor. Konsekuensinya apa kalau dengan investor ya berubah nama dan sebagainya itu,” ungkap Dessy pada wartawan, Selasa (31/5/2022).

Terkait siapa investor yang akhirnya melanjutkan tampuk Mataram Utama untuk berkompetisi dengan nama Nusantara United FC, Dessy belum bisa menjelaskan secara detail. Pasalnya masih perlu koordinasi lebih detail termasuk waktu yang tepat untuk sang investor menjelaskan dengan gamblang kepada publik.

“Untuk investor nanti akan diumumkan secara terbuka ke publik. Kami masih menanti momen yang tepat dan masih berkomunikasi lebih detail. Sementara ini kami belum bisa sampaikan,” sambungnya lagi.

Pun demikian dengan homebase untuk Liga 2 nantinya, Dessy pun belum bisa memberikan penjelasan secara detail karena hal tersebut kini menjadi kewenangan investor. Mataram Utama menurut Dessy sebelumnya berusaha agar tim Liga 2 tetap berlaga di DIY, namun investor tampaknya memberikan pandangan lain yang dihormati secara penuh.

“Di Yogya kita tahu ada PSIM, PSS dan Persiba yang memiliki massa besar, sudah ada jauh lebih dulu. Pastinya investor ingin mendapatkan sesuatu juga, apakah itu sponsor, dukungan yang kita pahami, kita tidak mau memaksakan,” lanjut Dessy.

Ke depan menurut Dessy, Mataram Utama tetap akan fokus melakukan pembinaan usia dini sesuai misi awal pendirian klub, 21 Juni 2021 lalu. Mataram Utama saat ini memiliki kelompok usia 10 hingga 17 tahun yang terus berlatih di Lapangan Kenari, dan beberapa waktu ke depan akan memulai menambah kelompok usia 6-9 tahun.

“Kami bentuk Liga 3 kemarin, untuk role model permainan dari senior sampai kelompok usia terbawah. Ternyata memang berhasil, meski singkat tapi alhamdulillah. Sejak awal kami ingin beri kesempatan pemain-pemain DIY, ternyata kita bablas bisa sampai Liga 2, coach Erwan dan tim pelatih juga para pemain tampil sangat luar biasa,” ungkapnya lagi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI