Mbah Kabul, Pedagang Asong ‘Legend’ di Stadion Meninggal Dunia

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kabar duka menghinggapi insan pecinta sepakbola DIY, Sabtu (14/12/2019). Suyamdi atau akrab disapa Mbah Kabul, pedagang asong yang selalu menemani pecinta sepakbola di stadion DIY dalam pertandingan PSIM, PSS maupun Persiba meninggal dunia. Diketahui, Mbah Kabul meninggal dini hari tadi setelah mengalami kecelakaan usai berjualan di event wayangan.

Kabar tersebut dibenarkan Wasito, koordinator bidang pedagang Panitia Pelaksana Pertandingan PSIM saat dikonfirmasi KRJOGJA.com. Wasito mengatakan kabar tersebut diterima siang hari tadi dari paguyuban pedagang asong.

“Benar, Mbah Kabul meninggal dunia pagi tadi sekitar pukul 05.45 WIB di Rumah Sakit Harjo Lukito Yogyakarta. Beliau mengalami kecelakaan setelah berjualan di pagelaran wayang Ki Seno di Sendangtirto Berbah Sleman malam tadi,” ungkapnya. 

Mbah Kabul akan dimakamkan di Makam Betokan Tirtoadi Mlati Sleman setelah disemayamkan di rumah duka tak jauh dari makam. “Dimakamkan pukul 16.00 WIB nanti di Mlati. Kami dari segenap keluarga besar Panpel PSIM menyampaikan duka mendalam untuk keluarga yang ditinggalkan,” imbuh Wasito.

Mbah Kabul dikenal sangat lama berjualan di stadion wilayah DIY dan berbagai event di DIY. Bahkan penonton sepakbola di DIy akrab dengan celotehan khasnya seperti "pergantian penonton”, “wes ora nyanyi, ora jajan” hingga “rayahan-rayahan” untuk dagangannya.

Mbah Kabul bahkan mendapat julukan Asong Legend dari penonton sepakbola di DIY. Topi bertuliskan Asong Legend pun selalu tersemat di kepala saat ia berdagang di tribun stadion. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI