Menanti PSS Kembali Menjadi Sejatinya PSS

Editor: Ary B Prass

SLEMAN, KRJOGJA.com – Setelah dikejutkan dengan transfer bintang Brazil Wander Luiz, PSS Sleman seolah turun tensi dalam bursa tengah musim Liga 1 2021. Mereka bongkar skuad di awal musim, bebarengan dengan habisnya kontrak seluruh penggawa lawas pada 31 Desember 2021 ini.

Wander Luiz sebenarnya sudah sepakat sebelum pelatih Putu Gede resmi diperkenalkan menukangi PSS menggantikan Dejan Antonic. Namun pengumuman baru dilakukan pada 26 Desember, setelah sang pemain menyelesaikan berbagai administrasi pendukung.

Lepas Wander, PSS mengumumkan bergabungnya Dave Mustaine, Supriyadi Eeng, Riki Dwi, Bagus Prasetyo, Imam Mahmudi dan paling anyar Syahroni. Pemain-pemain ini boleh dibilang kelas menengah, bukan nama-nama mentereng yang malang melintang di kompetisi Liga 1.

Namun, menariknya mereka adalah andalan di klub terdahulu yang memiliki jam terbang dan pengalaman bertanding cukup. Sedikit pengecualian memang bagi Dave Mustaine yang tampaknya harus bekerja keras mengembalikan performa terbaik setelah lama duduk di Arema.

Penasihat tim PSS, Rumadi dalam sebuah perbincangan dengan KRjogja.com beberapa waktu lalu menyebut bahwa manajemen memberikan keleluasaan penuh bagi tim pelatih di bawah Putu Gede untuk merekrut pemain. Mereka percaya, olahan Putu dengan tim yang di dalamnya ada Guntur Cahyo Utomo notabene pengampu bakat-bakat muda PSS Akademi akan menjadi sebuah kolaborasi positif bagi Super Elja.

“Untuk pemain semua kami percayakan pada coach Putu, manajemen tidak intervensi, semua tim pelatih yang memilih dan menentukan,” ungkap Rumadi ketika berjumpa di salah satu resto dekat Omah PSS.

Sinyal ini baik tampaknya bagi PSS, yang akan membenahi diri setelah usainya tagar-tagar Out dari Sleman Fans beberapa waktu ke belakang. Saat ini sepertinya perjalanan PSS lebih enteng menyambut putaran kedua, meski dengan skuad yang tak lebih mentereng daripada putaran pertama silam.

Di Persekat Tegal, Putu Gede membutuhkan waktu 6 pekan untuk membangun tim yang mampu mendulang 20 poin di fase grup penyisihan Liga 2 lalu. Permainan atraktif Persekat sepanjang penyisihan pun menyingkap mata penikmat sepakbola dan dianggap salah satu terbaik.

“Enam pekan saya bentuk tim (Persekat), itu setelah sebelumnya libur-libur karena kebijakan PPKM,” ungkap Putu saat berbincang belum lama ini.

BERITA REKOMENDASI