Menilik Peran Wahyu Sukarta di Laga Kontra Borneo FC

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dua gol PSS saat menghadapi Borneo FC Jumat (8/3/2019) malam memang diciptakan oleh Brian Ferreira dan KH Yudo. Namun, sebenarnya peran menarik justru dilakukan oleh gelandang asli Sleman, Wahyu Sukarta yang berperan sebagai gelandang bertahan.

Orang mungkin tertarik menyorot debut Purwaka Yudi di lini belakang yang langsung didaulat sebagai kapten. Purwaka memang bermain baik dan membantu mengamankan gawang Try Hamdani bersama duetnya, Alfonso de la Cruz.

Namun kali ini KRjogja.com akan membahas peran penting Wahyu Sukarta sebagai penyeimbang lini tengah PSS. Di laga kontra Madura FC pada awalnya Seto Nurdiantoro memasang Alfonso di tengah, lalu diganti Sidik Saimima baru kemudian Wahyu dimainkan di akhir babak kedua.

Saat Saimima bermain di gelandang bertahan, lini tengah PSS sedikit lowong lantaran karakter eks Perseru tersebut cenderung menyerang dan aktif bergerak. Sementara ketika diisi Wahyu, ia terlihat cukup cepat dalam melakukan defend juga penghubung ke lini depan tanpa jauh meninggalkan pos di tengah.

Pemuda asli Sleman tersebut tak terlalu banyak bergerak dan menjadi pemain paling simple bagi lini tengah PSS. Satu, dua sentuhan dilakukan lantas bola dialirkan baik ke Brian, Saimima maupun Haris Tuharea dan Rangga Muslim. Bersama Brian dan Saimima pula Wahyu mampu menguasai lini tengah di mana kerap terjadi pertempuran dengan Renan Silva, Wahyudi Hamisi dan Icsan Kurniawan.

Inkonsistensi yang kerap dipredikatkan kepada Wahyu termasuk kebiasaan demam panggung seolah dijawab tuntas. Jam terbang menurut dia akan menjadi jawaban yang ternyata mulai sedikit demi sedikit terlihat.

Wahyu sendiri sempat berharap agar ia banyak mendapat jam terbang di Liga 1 tahun 2019. Hal itu pula yang kemudian membuatnya kembali bersama PSS setelah sempat menghilang dari latihan selama satu minggu.

“Saya hanya berusaha yang terbaik, menjalankan instruksi pelatih dan sedikit mungkin melakukan kesalahan. Masih banyak yang harus diperbaiki, semoga saya PSS bisa lebih baik kedepan,” ungkapnya usai pertandingan melawan Borneo kemarin.

Menarik menanti kembali peran Wahyu di laga pamungkas melawan Persija Jakarta 15 Maret 2019 nanti. Apakah peran Wahyu akan tetap dipertahankan ataukah Kak Seto menjajal pemain lain seperti misi utama di Piala Presiden tahun ini? (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI