Menpora Kumpulkan Stakeholder Sepakbola DIY – Jateng, Ini Alasannya

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengumpulkan stakeholder sepakbola baik Asosiasi Provinsi (Asprov) maupun Asosiasi Kabupaten/Kota (Askot) PSSI di DIY-Jawa Tengah, Jumat (11/06/2021) malam. Hal-hal penting dibahas dengan tema besar mensosialisasikan lebih detail Instruksi Presiden (Inpres) nomor 3 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan persepakbolaan nasional.

Menpora mengungkap tahun ini pihaknya melakukan koordinasi serius dengan seluruh stakeholder sepakbola di Indonesia untuk mempercepat pembangunan sepakbola. Menurut dia, sinergi yang tercipta diharapkan bisa memaksimalkan butir-butir amanat dalam Inpres tersebut.

“Kami berharap dari pertemuan ini muncul masukan yang bagus dari tingkat provinsi dan kabupaten. Harapannya sinergi terbangun baik dan apa yang dicita-citakan Pak Presiden (Jokowi) bisa terwujud. Kita punya target Olimpiade 2032 karena Indonesia ingin jadi tuan rumah dan sepakbola jadi salah satu cabang olahraga yang ditargetkan mengingat ini digemari masyarakat,” ungkapnya.

Kemenpora menyatakan menyerahkan seluruh peta langkah kepada PSSI selaku federasi. Namun kementrian akan membantu secara lebih detail terkait koordinasi antar lembaga dan dukungan infrastruktur serta pendanaan yang diperlukan.

“Kita diskusi dengan Kemendikbud juga Kemendagri. Teknis dijalankan federasi tapi dukungan agar kelembagaan maksimal jadi tugas kami. Semoga akan jalan karena sebelumnya Kemenpora jalan sendiri, PSSI juga sendiri. Kita mulai sekarang,” tambahnya.

Sementara, Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto mengaku pihaknya sudah bersiap merumuskan program terkait roadmap pembangunan sepakbola Indonesia dimulai dari pembinaan dan kompetisi usia dini. PSSI akan membahas lebih detail terkair akses pendanaan dan infrastruktur dengan Asprov/Askab di seluruh Indonesia yang dimulai di Yogyakarta.

“Kita memang butuh negara hadir salah satunya penyediaan infrastruktur yang itu sangat jarang untuk anak muda. Ada tugas Kemenpora salah satunya memutar kompetisi kelompok umur sekolah. Usulan kami memutar kompetisi yang ujungnya disambung Piala Suratin U-17 dan U-19. Kami usulkan ada kompetisi dari SMP yang harapannya di tahun 2032 saat tuan rumah Olimpiade yang main sudah mumpuni karena berkompetisi sejak SMP. Ini nanti akan kita bahas secara detail dalam forum ini,” tegas Iwan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI