Menpora: LSN Jangan Ada Kecurangan dan Kekerasan

PONOROGO (KRjogja.com) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi didampingi Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni membuka secara resmi Liga Santri Nusantara (LSN) wilayah Region I Jawa Timur di Stadion Batoro Katong, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (25/8/2016) malam. Menpora berharap agar LSN ini dapat berjalan tanpa kecurangan dan kekerasan.

"Liga Santri Nusantara sudah dibuka tanggal 19 Agustus lalu di Balikpapan. Saya berharap, Liga Santri Nusantara tidak ada yang namanya kecurangan, tidak ada yang namanya kekerasan, dan tidak ada yang namanya mafia sepakbola" jelas Menpora.

LSN wilayah Jawa Timur Region I diikuti oleh 32 pondok pesantren dari 6 kabupaten. Kick off oleh Menpora menandai pembukaan perhelatan LSN Region I Jawa Timur ini.

Pria asal Bangkalan Madura ini berjanji akan terus meggelar Liga Santri Nusantara selama masa jabatannya. “Tahun depan akan kami laksanakan lagi dan seterusnya,” katanya.

Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa menambahkan, LSN 2016 yang mengusung tema “From Pesantren To The World” merupakan langkah yang baik dalam menjadikan olahraga dengan menggandeng santri dan pesantren sebagai penggerak untuk lebih medunia.

Cak Imam juga mengutip Hadis Nabi Muhammad SAW sebagai anjuran berolahraga. "Ajarilah anak-anakmu berenang dan memanah. Adapun untuk Liga Santri, bimbinglah anak-anakmu untuk bermain sepak bola dengan baik,” lanjutnya yang disambut sorak sorai tamu undangan dan para suporter yang memadati Stadion Batara Katong.

Menurutnya, pemerintah merasa yakin bahwa negara kita memilki potensi yang besar dan masih tersimpan di bidang sepakbola. Karena itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga akan mengelar kompetisi secara berjenjang di semua wilayah Indonesia mulai dari Liga pelajar U-12, U-14, U-16, Liga Santri Nusantara (U-18) dan Liga Mahasiswa (U-20). (*)

 

BERITA REKOMENDASI