Monumen PSSI, Mahakarya Seni yang Terlupakan

YOGYA, KRJOGJA.com – Monumen PSSI yang dibangun tahun 1955 bertempat di Jalan Mawar nomor 1 Baciro Kota Yogyakarta kini tampak tak terurus. Meski sempat direnovasi tahun 2009 lalu, namun bangunan yang masuk dalam warisan budaya ini seolah terlupakan karena kondisi yang terlihat.

Monumen yang dibangun oleh seniman Jayeng Asmoro pada 1955 untuk memperingati 25 tahun pendirian PSSI ini memiliki sejarah cukup panjang. Berdiri di tanah kekancingan Kraton Yogyakarta, monumen ini dahulu diresmikan oleh Presiden Soekarno dan menjadi penanda berdirinya organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia itu.

Bangunan Monumen PSSI sebenarnya memuat hal-hal menarik seperti pahatan kayu di atas dua buah pintu di kanan dan kiri ruang utama. Ukiran kayu logo PSSI tersemat dengan angka 1930 dan 1955 yang menandai usia 25 tahun PSSI kala itu.

Monumen ini kini hanya menyisakan sebuah ruang utama. Di bagian depan, ada monumen bola terbuat dari batu yang berada di tengah kolam. Tapi inipun juga tampak tak terurus karena dibiarkan begitu saja.

Di bagian ruang utama monumen ini terdapat relief timbul lima pemain sepakbola di tembok. Ada yang sedang menendang, menggiring bola, menyundul, menahan bola dan menangkap bola.

BERITA REKOMENDASI