Monumen PSSI, Mahakarya Seni yang Terlupakan

Ini menyimbolkan hal-hal yang biasa terjadi dalam sebuah permainan sepakbola. Relief ini dibuat oleh tiga seniman yakni Sudhi Hn, Arby Sama dan Soenarto Pr. Saat ini relief tersebut diberikan sentuhan warga emas dan merah pada latarbelakangnya.

Letak Monumen PSSI tak begitu jauh dari Stadion Mandala Krida, bahkan hanya selemparan batu karena tak sampai 50 meter dari pagar stadion. Sayangnya, Mandala Krida dicoret sebagai salah satu venue Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang di mana sebenarnya akan jadi daya tarik tersendiri apabila Monumen PSSI disinergikan sebagai sebuah kesatuan paket tur stadion pagi pecinta sepakbola dari berbagai negara yang datang.

Dimaz Maulana, salah satu perawat sejarah sepakbola DIY menyampaikan kondisi Monumen PSSI memang selayaknya hidup segan mati tak mau. Soal nilai sejarah, Dimaz yang juga pendiri komunitas Bawahskor tak lagi meragukan karena semua pecinta olahraga sepakbola di Indonesia tahu di mana organisasi naungan olahraga ini lahir.

“Soal sejarah semua sepakat kalau sangat besar, dari konteks Yogyakarta sebagai tempat kelahiran PSSI. Hanya saja monumen ini hanya jadi situs tanpa pernah ada yang mencoba menghidupkannya,” ungkap Dimaz ketika berbincang Selasa (7/7/2020).

Menurut Dimaz, momentum gagalnya DIY jadi tuan rumah Piala Dunia harus momentum insan sepakbola khususnya di DIY untuk bersinergi menghidupkan warisan budaya ini agar bukan hanya sebatas situs mati saja. Potensi luar biasa yang dimiliki baik itu akademisi, suporter, klub maupun stakeholder pemerintahan seharusnya mampu membangun sesuatu yang menjadi dari sejarah persepakbolaan Indonesia.

“Kalau memang tidak jadi tuan rumah Piala Dunia, tidak mengapa sebenarnya. Kita justru dapat momentum untuk bersama menggerakkan Jogja yang jadi kota kelahiran sepakbola. Kita punya akademisi, suporter, klub-klub besar seperti PSS, PSIM atau Persiba Bantul bahkan. Semua elemen bisa bersinergi menghidupkan tak hanya monumen PSSI, tapi iklim yang bagus tentang sepakbola,” ungkapnya lagi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI