Mourinho Siapkan Laga Perpisahan Spesial Bagi Carrick

MANCHESTER,KRjogja.com – Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, mempersiapkan momen spesial di laga kontra Watford dalam laga pamungkas Liga Inggris 2017-2018, Minggu 13 Mei 2018 malam WIB. Hal ini dilakukan Mourinho sebagai persembahan terakhirnya kepada Michael Carrick yang memutuskan pensiun di pengujung musim ini.

Karena itu, laga kontra Watford akan menjadi pertandingan terakhir yang dilakoni Carrick bersama Man United. Di laga yang penting itu, Mourinho ingin membuat momen yang tidak akan pernah dilupakan oleh Carrick.

Mourinho mengaku telah menyiapkan rencana khusus untuk Carrick. Pelatih berpaspor Portugal itu akan memainkan sang pemain sejak awal pertandingan. Tak hanya menjadi pemain, Carrick juga akan mengemban tugas sebagai kapten di laga tersebut.

Akan tetapi, Mourinho mengaku tak akan memainkan Carrick hingga akhir pertandingan. Hal itu dilakukan The Spesial One –julukan Mourinho– karena dirinya tak mau membiarkan Carrick meninggalkan lapangan sendirian.

Dengan menggantinya di tengah pertandingan, Carrick akan meninggalkan lapangan diiringi sorak-sorai dari para penggemar. Bagi Mourinho, hal ini akan menjadi momen yang sangat berkesan bagi Carrick karena dia akan mengetahui rasa cinta para penggemar terhadapnya.

“Carrick akan bermain di laga kontra Watford. Dia akan memulai pertandingan sebagai kapten. Tetapi, dia tidak akan bermain selama 90 menit penuh. Hal itu saya lakukan agar dia tak sendirian keluar dari lapangan. Saya ingin dia merasakan bahwa para pendukung Man United punya kedekatan khusus dengan sosoknya,” ujar Mourinho, sebagaimana dikutip dari Goal, Sabtu (12/5/2018).

“Ini hanya momen yang sangat menguras emosional. Carrick bisa bermain sejak awal pertandingan dan saya akan membuat pergantian pemain di momen yang tepat untuknya,” lanjut pelatih berusia 55 tahun itu.

“Saya tidak terlalu sedih seperti biasanya ketika pemain saya mengakhiri karier mereka. Sebab, saya tetap akan bersama dengan Carrick. Dia bahkan akan berada lebih dengan saya ketimbang saat masih menjadi pesepakbola. Jadi, itu hanyalah momen emosional karena itu adalah akhir dari karier pemain yang fantastis,” tukasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI