Paul Pogba Tumbuh di Keluarga Gila Sepakbola

OBSESI Paul Pogba untuk menjadi pesepakbola terbaik sejak kecil sudah bukan rahasia lagi. Ia bahkan sudah ingin menjadi pesepakbola profesional sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) atau sekira enam tahun.

Kecintaan Paul Pogba terhadap sepakbola bisa jadi menurun dari ayahnya, Fassou Antoine Pogba. Pria yang meninggal dunia pada Mei 2017 itu memang sempat bermain sepakbola kala masih menetap di Guinea Prancis. Namun, hobi tersebut tidak lagi ditekuninya ketika berimigrasi ke Prancis pada awal dekade 1990.

“Saya bermain di level yang lebih rendah daripada yang saya inginkan. Saya ingin anak-anak kelak bermain di level yang paling tinggi. Saya sangat keras mendidik mereka saat kecil demi belajar dengan cepat,” ujar Fassou Antoine Pogba dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Telegraph.

Gemblengan sang ayah membuat Paul kecil sangat tertarik dengan sepakbola. Fassou pula yang melihat bakat besar putra bungsunya ketika berusia empat tahun. Keinginan Paul Pogba untuk menjadi pesepakbola lantas menyebar kepada kedua kakak kembarnya, Florentin dan Mathias.

Ketika Paul Pogba masuk akademi US Roissy di usia enam tahun, jejaknya lantas diikuti oleh Florentin dan Mathias. Menariknya, kedua kakak Pogba itu ketika besar justru membela Tim Nasional (Timnas) Guinea, bukan Prancis seperti halnya Paul.
Hal tersebut terasa wajar karena Florentin dan Mathias lahir dan tumbuh besar di Conakry, Guinea, tanah kelahiran kedua orangtuanya. Bisa dibilang, Paul Pogba tumbuh besar di keluarga yang menggilai sepakbola mengingat kedua kakaknya juga berkarier di bidang yang sama.Jika Paul Pogba kini menjadi pesepakbola kelas dunia di Manchester United dan Timnas Prancis, maka Florentin dan Mathias punya nasib berbeda. Florentin kini berkarier di Atlanta United, Amerika Serikat (AS), sementara Mathias membela FC Tours di Prancis. (*)

 

 

BERITA REKOMENDASI